Dwi Ariesta Wardhana berhasil dievakuasi setelah terjatuh bersama lift di rumahnya (Foto / Metro TV)
Dwi Ariesta Wardhana berhasil dievakuasi setelah terjatuh bersama lift di rumahnya (Foto / Metro TV)

Kelebihan Beban, Pria Berbobot 275 Kg Asal Malang Jatuh dari Lift

Nasional obesitas lift jatuh Kota Malang
Clicks.id • 10 Mei 2022 07:45
Malang: Warga perumahan Puri Kartika Blok Q, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Malang mendadak heboh. Penyebabnya, salah satu warga di rumah itu jatuh bersama lift.
 
Korban ialah Dwi Ariesta Wardhana, 38. Diduga korban terjatuh bersama lift lantaran berat badannya mencapai 275 kilogram.
 
Ibu korban, Ninik Endah Wahyuni, 59, menceritakan nahas itu berawal saat luka di kakinya tiba-tiba kambuh hingga mengeluarkan darah. Ninik sendiri memang sudah tiga tahun menggunakan kursi roda sebagai alat bantu berjalan, karena mengalami patah tulang kaki. Mendengar teriakan itu, korban lantas bergegas menaiki lift rumah yang berada di lantai 2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sabtu itu, sekitar pukul 09.30 WIB, kaki saya sakit dan berdarah. Kemudian saya panggil Aris untuk turun," ujar Ninik, Senin, 9 Mei 2022.
 
Ninik menjelaskan lift yang dipasang dirumahnya memang dipesan khusus untuk aktivitas kedua penghuni rumah. Karena berat badan mereka yang cukup besar. Namun tak berselang lama, Ninik mendengar suara keras seperti benda jatuh. 
 
"Saya kaget terus keluar kamar. Ternyata saya lihat Aris jatuh bersama lift," tandasnya.
 
Baca: Polisi Sita Puluhan Balon Udara Saat Perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek
 
Hal ini membuat Ninik panik hingga menghubungi satu per satu sanak saudara melalui telpon untuk meminta bantuan. Warga sekitar yang mendengar suara lift jatuh, banyak yang kemudian berdatangan ke rumah Ninik.
 
"Warga juga banyak datang, dan kemudian menghubungi PMI dan Damkar itu," kata ibu dua orang anak ini.
 
Tak lama kemudian, petugas PMK datang memberi bantuan. Hanya saja proses evakuasi Aries tak mudah. Ukuran tubuhnya menyulitkan petugas. Butuh waktu 3 jam sebelum akhirnya korban dikeluarkan dari dalam lift. Usai dikeluarkan, korban dibawa menuju rumah sakit. Kondisi beberapa tulangnya patah.
 
Untuk diketahui, korban sehari-hari tinggal bersama ibunya Ninik Endah Wahyuni, 59, di Perumahan Puri Kartika Blok Q, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Sejak 20 tahun yang lalu ayahnya meninggal. Sementara anak sulung Ninik atau kakak korban, sudah berkeluarga dan menempati rumah sendiri.
 
Ninik mengaku, selama proses evakuasi ia tak kuasa menahan tangis, lantaran keluhannya korban bisa terjatuh.
 
"Saya menyesal, gara-gara saya minta tolong Aris (korban) jadi jatuh. Evakuasi lama hampir 3 jam, karena tubuh anak saya besar, 275 kilogram beratnya," pungkasnya.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif