Pasien DBD di NTT. (Foto: Metro TV)
Pasien DBD di NTT. (Foto: Metro TV)

1.000 Kasus DBD, NTT Tetapkan KLB Demam Berdarah

MetroTV • 11 Februari 2022 10:55
Kupang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tingginya angka kematian akibat DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 
 
"Data sejak Januari hingga 8 Februari tren kasus DBD terus meningkat, hingga kini sudah mencapai 1.014 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Mese Ataupah, Jum'at, 11 Februari 2022.
 
Mese menuturkan, seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di NTT mengalami tren peningkatan kasus DBD. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Dinas Kesehatan, pada Januari 2022 kasus DBD tercatat sebanyak 885 kasus dan hingga 8 Februari tercatat sudah 129 kasus. 
 
Baca juga: 23 Warga Tangsel Terpapar Omicron Telah Sembuh
 
"Dari seribuan kasus ini, 8 orang diantaranya meninggal," Kata Mese.
 
Ia mengaku berdasarkan data yang dimilikinya, kasus DBD di Provinsi NTT mengalami peningkatan jika dibandingkan pada 2021. Mese pun mengimbau warga untuk selalu waspada dan selalu memperharikan kebersihan lingkungan. 
 
"Jika dibandingkan periode (2021) yang lalu, hanya empat kasus meninggal," Jelasnya. 
 
Dinkes kesehatan Provinsi NTT mencatat wilayah penderita kasus DBD tertinggi yaitu di Kabupaten Manggarai Barat dengan 207 kasus, Kota Kupang 188 kasus, Kabupaten Sikka 136 kasus, Kabupaten Sumbawa Barat Daya sebanyak 88 kasus, dan Kabupaten Lembata dengan 62 kasus. (Ferdinandus Rabu)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif