Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Covid-19 Meningkat, Sri Sultan Wacanakan Penyekatan Masuk Yogyakarta

Ahmad Mustaqim • 21 Februari 2022 17:57
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan hamengku Buwono X mewacanakan penyekatan wilayah seiring lonjakan kasus covid-19 sejak awal Februari 2022. Ia menyatakan opsi penyekatan menjadi hal yang sangat memungkinkan.
 
"Nanti kami lihat perkembangannya, karena masyarakat pindah dapat kebebasan (PPKM) level 2 ke level 3 le bali rodo rekoso (kembalinya sangat sulit)," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 21 Februari 2022.
 
Catatan kasus covid-19 selama Februari cenderung terus meningkat. Puncaknya pada Sabtu, 19 Februari yang menembus 1.964 kasus dalam sehari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Sultan mengatakan, pelaksanaan protokol kesehatan menjadi salah satu kunci yang harus dijalankan masyarakat dalam berbagai aktivitas. Menurut dia, langkah itu bisa membantu proses menurunkan tren penambahan kasus.
 
"Kalau meningkat begini kita gak bisa memprediksi sampai berapa. Mau sampai berapa ribu kita gak tahu," ujarnya.
 
Baca: Sri Sultan Minta Polisi Tangkap Penimbun Minyak Goreng
 
Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan kasus baru covid-19 hari ini Senin, 21 Februari bertambah 1.274 kasus. Total kasus terkonfirmasi covid-19 di DIY menjadi 174.807 kasus.
 
Sementara, distribusi kasus terkonfirmasi covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah yakni Kota Yogyakarta 405 kasus; Kabupaten Bantul 274 kasus; Kabupaten Kulon Progo 105 kasus; Kabupaten Gunungkidul 63 kasus; dan Kabupaten Sleman 427 kasus.
 
"Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi covid-19, periksa mandiri 374 kasus dan hasil tracing kontak kasus positif 900 kasus," ujarnya.
 
Ia menambahkan, penambahan kasus sembuh sebanyak 388 kasus, sehingga total sembuh menjadi 153.886 kasus. Di sisi lain, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 5 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 5.316 kasus.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif