Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Sidang Pelanggaram HAM Paniai Digelar Hari Ini, Keberadaan Terdakwa Masih Misteri

Media Indonesia • 21 September 2022 08:30
Makassar: Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Makassar, Sulsel, hari ini, Rabu, 21 September  akan mulai menyidangkan perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Paniai, Papua Barat. Terdakwa dalam kasus ini adalah Mayor Infantri (Purn) Isak Sattu, mantan perwira penghubung pada Komando Distrik Militer (Kodim) 1705/Paniai.
 
Humas PN Makassar, Sibali memastikan sidang akan terbuka untuk umum dan dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sutisna Sawati yang merupakan hakim senior dari PN Makassar.
 
"Lima hakim yang akan menyidangkan kasus ini adalah Sutisna Sawati sebagai ketua dengan anggota Abdul Rahman Karim yang merupakan hakim karier serta Siti Noor Laila, Robert Pasaribu, dan Sofi Rahma Dewi masing-masing sebagai hakim anggota, yang merupakan hakim ad hoc," jelas Sibali, Selasa, 20 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun belum bisa dipastikan sidang akan menghadirkan terdakwa. Pasalnya, hingga kini keberadaan Isak Sattu belum diketahui, apakah masih di Jakarta atau sudah ada di Makassar. Sibali menyebutkan yang memiliki kewenangan menghadirkan terdakwa adalah jaksa.
 
Baca: 200 Personel Polisi Diturunkan Amankan Sidang HAM Paniai

Yang pasti katanya, Tim Penuntut Umum Kejaksaan Republik Indonesia melimpahkan kasus tersebut 15 Juni 2022 ke Pengadilan Negeri Makassar, dan telah meregister perkara tersebut dengan Nomor 1/Pid.Sus-HAM/2022/PN Mks.
 
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI, Sobandi saat dikonfirmasi keberadaan terdakwa perkara HAM Berat Paniai mengarahkan untuk bertanya ke Juru Bicara PN Makassar khusus perkara  itu yaitu Muhammad Sainal, yang merupakan Wakil Ketua PN Makassar. Hanya saja, saat dihubungi, Sainal tidak menjawab dimana keberadaan terdakwa.
 
"Saya lagi di luar, nanti yah," jawabnya. Saat dihubungi  kembali, dia mengatakan sedang rapat dengan pimpinan. Peristiwa Paniai yang terjadi pada 7-8 Desember 2014, mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 21 orang mengalami luka-luka. Saat perisitwa itu berlangsung, Isak menjabat sebagai perwira penghubung pada Komado Distrik Militer (Kodim) Paniai.
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif