PN Tangerang menggelar kembali sidang lanjutan kebakaran Lapas Tangerang dengan menghadirkan 4 terdakwa.
PN Tangerang menggelar kembali sidang lanjutan kebakaran Lapas Tangerang dengan menghadirkan 4 terdakwa.

Hakim Murka Pleidoi Kebakaran Lapas Tangerang Tak Kunjung Disusun

Hendrik Simorangkir • 23 Agustus 2022 16:21
Tangerang: Sidang lanjutan kasus kebakaran lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang beragendakan pembacaan pleidoi (pembelaan) harus ditunda. Penundaan lantaran kuasa hukum terdakwa belum siap mengurai semua tuntutan yang jaksa penuntut umum (JPU) berikan.
 
Belum siapnya kuasa hukum untuk membacakan pledoi itu, membuat majelis hakim Aji Suryo marah. Pasalnya, pemberian waktu dinilai sudah terlalu lama, tapi belum bisa diselesaikan.
 
"Sidang terakhir itu Selasa, 2 Agustus 2022 dan ditunda hingga dua pekan ini belum bisa dibacain juga? Kemana saja ini," ucapnya dengan nada geram, Selasa 23 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan tunda sidang di pekan depan lagi. Harus sudah selesai semua itu, saya enggak mau lagi menunda," imbuhnya.
 
Baca juga: 4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Dituntut 2 Tahun Penjara

Sementara, kuasa hukum terdakwa Herman Simarmata mengatakan, belum siapnya pembacaan pledoi itu lantaran dalam membuat nota pembelaan ini harus benar-benar sesuai dengan fakta persidangan.
 
"Seusai dengan fakta persidangan, benar-benar sesuai yang terjadi di lapangan kan gitu," kata Herman. 
 
Herman mengaku jika sidang pada pekan depan akan dapat dibacakan pledoi itu. Pasalnya, pembelaan tersebut butuh waktu untuk mengurai satu per satu tuntutan terdakwa. 
 
"Kan ibaratnya pembelaan, ini kan harus dijelaskan satu persatu semuanya, sesuai uraian kemarin tuntutan dari jaksa. Minggu depan kami sudah fix, siap betul," jelasnya.
 
Sebelumnya, empat terdakwa kasus kebakaran yang menewaskan 49 orang tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang dituntut 2 tahun penjara. Tiga terdakwa yakni Suparto, Rusmanto, dan Yoda didakwa Pasal 359 KUHP. Sedangkan untuk terdakwa Panahatan Butar-Butar didakwa Pasal 188 KUHP.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif