Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test di Balai Kota Bandung. Medcom.id-Roni Kurniawan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test di Balai Kota Bandung. Medcom.id-Roni Kurniawan.

Ridwan Kamil Sebut Jabar Butuh 300 Ribu Alat Rapid Test

Nasional Virus Korona
Roni Kurniawan • 04 April 2020 16:37
Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamli menyebutkan wilayahnya membutuhkan ratusan ribu alat rapid test untuk pemeriksaan covid-19 (korona). Namun, karena keterbatasan alat dan rapid test baru bisa dilakukan secara bertahap.
 
"Jadi Jawa Barat itu harus melakukan, minimum 100 ribu dan maskimimum 300 ribu melakukan tes, kalau mau mengikuti model Korea Selatan," ujar Emil sapaan karibnya usai meninjau rappid test di Balai Kota Bandung, Sabtu, 4 April 2020.
 
Saat ini, Jawa Barat baru mampu menyalurkan 60 ribu unit rapid test. Jumlah ini telah dibagikan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu terbesar adalah Kota Bandung. Kalau Kalau 300 ribu dibagikan ke 27 kabupaten kota, kurang lebih setiap kota dapat 10 ribu," tutur Emil.
 
Emil menuturkan, tes cepat akan terus dilakukan sebagai upaya memetakan penyebaran korona di Jabar. Namun, ia prihatin jumlah warga yang diketahui positif covid-19 semakin meningkat usai rapid test.
 
Baca:300 Warga Bandung Ikut Rapid Test
 
"Masih panjang, tapi saya berharap tidak lebih dari 14 hari kedepan, sehingga kita punya peta. Setiap hari kita menemukan berita buruk, tapi harus kita hadapi," jelas Emil.
 
Emil sendiri tadi pagi ikut memantau pelaksanaan rapid test di Balai Kota Bandung. Ia ingin memastikan pelaksaan rapid test berjalan lancar karena sebelumnya urung dilakukan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
 
Mantan Wali Kota Bandung itu datang menggunakan sepeda bersama sang istri Atalia Praratya. Emil pun langsung memantau pelaksanaan rapid tes di area Plaza Balai Kota Bandung dan menyapa petugas dari Dinas Kesehatan (Kota Bandung) serta relawan covid-19.
 
Sesekali Emil berbincang dengan petugas dan menanyakan ketersediaan alat pelindung diri (APD). Pasalnya sebagian besar APD yang digunakan petugas medis merupakan buatan lokal atau pelaku usaha garmen di Kota Bandung.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif