Tersangka suap kasus penerimaan mahasiswa baru Unila, Karomani (pertama dari kiri) menjadi saksi sidang terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 30 November 2022. Lampost.co/Salda
Tersangka suap kasus penerimaan mahasiswa baru Unila, Karomani (pertama dari kiri) menjadi saksi sidang terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 30 November 2022. Lampost.co/Salda

Akui Masukkan 23 Mahasiswa Titipan, Karomani: Saya Lupa Nama-namanya

Lampost • 30 November 2022 13:26
Bandar Lampung: Rektor non aktif Universitas Lampung (Unila), Karomani, mengaku menerima 23 calon mahasiswa untuk masuk melalui jalur mandiri pada 2022. 
 
Hal itu terungkap saat Karomani dihadirkan sebagai saksi persidangan untuk terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 29 November 2022.
 
Karomani mengingat ada 23 nama yang dimasukkan melalui jalur mandiri di Unila. Hal itu setelah diingatkan jaksa terkait jumlah mahasiswa yang masuk atas titipannya berdasarkan berkas acara pidana (BAP) yang ditandatangani sehingga diakui kebenarannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ia betul cuma saya lupa siapa-siapa namanya," katanya.
 
Karomani menyebut mahasiswa titipan itu seluruhnya dibawa dua orang kepercayaannya, yakni Mualimin dan Budi Sutomo.
 
"Datang selalu bilang itu keponakan saya, saudara saya, dan lainnya," ucap Karomani.
 
Kendati demikian, Karomani menekankan jika orang yang dititipkan tidak memenuhi passing grade maka tidak bisa dilanjutkan. 
 
Baca juga: KPK Dalami Permintaan Duit Suap Masuk Unila dari Bupati Lampung Tengah

Rektor Unila Karomani sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa. Selain Karomani, KPK menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung, Heryandi; Ketua Senat Universitas Lampung, Muhammad Basri; dan pihak swasta, Andi Desfiandi sebagai tersangka. Kasus Andi sudah masuk tahap persidangan.
 
Andi Desfiandi menjalani sidang perdana kasus dugaan suap dalam penerimaan mahasiswa baru di Unila pada 9 November 2022. Dia didakwa menyuap Rektor Unila Karomani.
 
"Yang melakukan atau turut serta melakukan, memberi atau menjanjikan sesuatu, yaitu memberikan uang sejumlah Rp250 juta kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu Karomani," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Agung Satrio Wibowo dalam dakwaan kasus yang dikutip pada Rabu, 9 November 2022.
 
Persidangan itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Uang itu dimaksudkan agar Karomani menerima dua orang menjadi mahasiswa di Unila.
 
Zalfa dan Zaki dinyatakan lulus sebagai mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unila melalui jalur seleksi mandiri pada 18 Juli 2022. Zalda dan Zaki bukan anak dari Andi.
 
Zalfa merupakan anak dari Lies Yulianti. Sedangkan, Zaki adalah mahasiswa titipan dari Ary Meizari Alfian. Andi berkomunikasi dengan Karomani melalui pesan WhatsApp untuk memasukkan dua nama itu.
 
 

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif