Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi warga Desa Wadas. Twitter @ganjarpranowo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi warga Desa Wadas. Twitter @ganjarpranowo.

Ribut Soal Proyek Bendungan Desa Wadas, ini Tanggapan Ganjar Pranowo

Cindy • 09 Februari 2022 16:35
Jakarta: Video konflik antara aparat gabungan TNI-Polri dengan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, viral di media sosial. Konflik itu dipicu masalah pembangunan Bendungan Bener di desa tersebut. 
 
Dalam video yang diunggah @walhinasional, tampak aparat berseragam lengkap dengan helm, tameng, dan tongkat pemukul berjaga di depan Masjid di Desa Wadas. Kemudian tampak beberapa warga ditangkap oleh aparat. 
 
"Walhi mengutuk keras tindakan sewenang-wenang kepolisian di Desa Wadas. Dalihnya, kepolisian kawal pengukuran lahan namun dibarengi dengan intimidasi dan pengepungan di masjid," tulis WALHI dikutip dari Twitter, Rabu, 9 Februari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga yang ditangkap diketahui menolak keras lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektar. 
 
Batu andesit yang ditambang dari Desa Wadas ini bakal digunakan sebagai material untuk proyek Bendungan Bener yang lokasinya berada di Kabupaten Purworejo. Warga khawatir penambangan itu akan merusak sumber mata air dan sawah lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani. 
 
Baca: Trending Twitter, Ini Proyek yang Bikin Desa Wadas Dikepung Polisi

Tanggapan Ganjar Pranowo

Melalui Twitter resminya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat, terutama warga Desa Wadas akibat konflik yang terjadi. Dia juga berjanji akan membebaskan warga yang ditahan polisi. 
 
"Kemarin malam saya sudah menelepon Pak Kapolda dan Pak Wakapolda. Saya menyampaikan agar warga Wadas dibebaskan dan kami bersepakat Insyallah hari ini warga akan dipulangkan," kata Ganjar dikutip dari Twitter @ganjarpranowo, Rabu, 9 Februari 2022. 
 
Ganjar juga akan membuka ruang dialog dengan warga Wadas serta difasilitasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dia menginginkan agar masalah ini diselesaikan dengan baik. 
 
Tak hanya itu, orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga mengunjungi Desa Wadas. Dia bertemu dengan warga yang setuju dengan pengadaan lahan untuk pembangunan Bendungan Bener. 
 
"Mereka ini baru saja mengikuti pengukuran tanahnya bersama petugas BPN. Memang masih ada warga yang tidak setuju dengan pengambilan quarry untuk Bendungan Bener. Nanti kita ajak ngobrol semuanya bersama Komnas HAM," ucap dia. 
 
Baca: Segini Nilai Proyek Bendungan Bener di Desa Wadas yang Dikepung Polisi
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif