Pelari asal Jawa Barat Agus Prayogo (tiga kanan), pelari asal Jawa Barat Pandu Sukarya (empat kanan) dan pelari asal Bangka Belitung Robi Sianturi (dua kanan) berpose usai pengalungan medali nomor perlombaan 5.000 meter putra cabang olahraga atletik PON X
Pelari asal Jawa Barat Agus Prayogo (tiga kanan), pelari asal Jawa Barat Pandu Sukarya (empat kanan) dan pelari asal Bangka Belitung Robi Sianturi (dua kanan) berpose usai pengalungan medali nomor perlombaan 5.000 meter putra cabang olahraga atletik PON X

Berprestasi di PON XX Papua, Atlet Kota Bandung Pasrah Tak Dapat Bonus dari Pemkot

Roni Kurniawan • 19 Oktober 2021 17:30
Bandung: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung khawatir para atlet yang berprestasi di PON XX Papua 2021 untuk kontingen Jawa Barat kabur ke daerah lain. Hal itu seiring tidak adanya bonus atau kadeudeuh dari Pemkot Bandung terhadap para atlet yang berprestasi.
 
Humas KONI Kota Bandung, Oce Permana mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapat informasi terkait kadeudeuh bagi para atlet yang berhasil meraih medali baik emas, perak, dan perunggu. KONI pun enggan menagih hal itu meski telah dijanjikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial, ketika melepas atlet Kota Bandung untuk bergabung dengan kontingen Jawa Barat.
 
"Sekarang, kami diam dulu, legowo saja sekarang mah, sabar. Pemerintah lagi berusaha. Antisipasi dulu sama Jawa Barat. Dari Jabar pasti katanya. Tapi, nilainya belum tahu berapa, dijanjikan ratusan juta untuk emas," kata Oce saat dihubungi wartawan, Selasa, 19 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diakui Oce, sebanyak 35 emas, 34 perak dan 38 perunggu dipersembahkan oleh atlet asal Kota Bandung dari berbagai cabang olahraga di PON Papua. Para atlet tersebut pun bahkan ada yang merupakan pegawai harian lepas di salah satu instansi Pemkot Bandung dari cabor tarung derajat.
 
"Itu jumlah medali yang diraih atlet asal Kota Bandung, alhamdulillah," lanjutnya.
 
Baca: 14 Warga Sekolah Positif Covid-19, Forum Guru Kota Bandung Minta PTM Dihentikan
 
Oce mengungkapkan, tidak adanya anggaran untuk bonus para atlet ini juga bakal menjadi perhatian KONI Kota Bandung. Menurut dia, KONI sedang membahas persoalan ini dengan Tim Prestasi (Timpres) sebagai antisipasi. Sebab, pembinaan yang selama ini sudah dibangun dan dijaga, jangan sampai para atlet pindah ke daerah (kabupaten/kota) saat ajang olahraga lainnya.
 
"Ini di KONI juga sedang dibicarakan antisipasi dengan timpres. Ada saja kekhawatiran seperti itu nanti. Tapi, kami ikuti kebijakan pemerintah saja," tutup Oce.
 
Sebelumnya Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengaku tidak memiliki anggaran untuk memberikan bonus kepada para atlet berprestasi di ajang PON XX Papua. Bahkan Oded pun belum membahas hal tersebut meski saat ini Jawa Barat telah keluar sebagai juara umum PON Papua, serta terdapat atlet asal Kota Bandung yang turut menyumbangkan medali.
 
"Belum kami bahas. Anggarannya juga enggak ada di APBD 2021. Entah kalau di 2022. Wallahu alam," ujar Oded.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif