Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pasar Tradisional di Surabaya Jadi Target Utama Rapid Test

Nasional Virus Korona
Antara • 15 Mei 2020 11:59
Surabaya: Sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi target utama digelarnya rapid test (tes cepat) korona secara massal. Rapid test telah digelar di Pasar Genteng, Pasar Simo, Pasar Simo Gunung dan Pasar Keputran.
 
"Dengan tujuan agar dapat memisahkan mana warga yang negatif dan reaktif covid-19. Bagi mereka yang reaktif, langsung kita tempatkan di hotel agar terpisahkan dari yang negatif itu sampai hasil swabnya keluar," kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Dia mengungkap hasil rapid test di Pasar Genteng, 25 dinyatakan reaktif dari total 50 pedagang. Kemudian di Pasar Keputran, didapat 15 pedagang reaktif korona dari 50 orang yang ikut rapid test.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Klaster Tenaga Medis di Jatim Capai 93 Orang
 
Febria menyebut, rapid test massal dilakukan untuk menekan angka penularan korona. Sehingga kurva terpapar korona semakin melandai.
 
"Saat ini terlihat banyak karena kita baru punya rapid test. Test PCR-nya juga bertambah di Institute of Tropical Disease (ITD) Rumah Sakit Premiere dan Rumah Sakit Adi Husada," ujarnya.
 
Pihaknya berharap masyarakat tetap menjaga diri dengan meningkatkan kedisiplinannya. Terutama dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan pakai sabun.
 
Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya saat ini menerapkan metode sarang tawon untuk mencegah terjadinya penularan korona, khususnya di wilayah perkampungan. Metode yang dimaksud adalah ketika ditemukan satu orang positif di suatu wilayah, maka pemkot langsung menggelar rapid test secara massal di lokasi itu.
 
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan Pemkot Surabaya telah menggelar rapid test massal di lima wilayah perkampungan Surabaya. Di antaranya di Manukan Kulon, Bratang Gede, Rungkut Lor dan Kedung Baruk.
 
"Ketika dilakukan rapid test hasilnya ditemukan ada yang reaktif, maka orang tersebut langsung dilakukan swab. Kemudian orang itu diisolasi di salah satu hotel," katanya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif