Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Kuasa Hukum Ujang Sarjana Nilai Penetapan Tersangka Hingga Penahanan Janggal

Nasional pungutan liar Penganiayaan Pungli Kota Bogor
Rizky Dewantara • 24 April 2022 18:53
Bogor: Kuasa hukum dari tersangka Ujang Sarjana menganggap perkara yang menjerat kliennya banyak kejanggalan. Pihaknya mempertanyakan beberapa kejanggalan penetapan tersangka hingga penahanan Ujang Sarjana.
 
"Kami mempertanyakan proses hukum yang dilakukan oleh Polsek Bogor Tengah di mana terdapat banyak kejanggalan dalam proses pemeriksaan Ujang Sarjana. Mulai dari tahap penyelidikan hingga tahap penyidikan sampai ditetapkannya Ujang Sarjana sebagai terdakwa,"  ujar kuasa hukum Ujang Sarjana, Emiral Rangga Tranggono saat ditemui medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 24 April 2022.
 
Menurut dia, kejanggalan-kejanggalan itu antara lain, pertama proses penahanan oleh Polsek Bogor Tengah di mana ujang Sarjana tidak pernah dilakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun pada tanggal 17 Januari 2022, Ujang Sarjana langsung digiring dan ditangkap oleh anggota kepolisian dari Polsek Bogor Tengah," jelasnya.
 
Kedua, tim kepolisian dari Polsek Bogor Tengah tidak menunjukan surat penangkapan dan tidak menginformasikan kepada pihak keluarga terkait adanya penangkapan terhadap Ujang Sarjana.
 
"Karena berdasarkan pengakuan pihak keluarga, mereka baru mengetahui Ujang Sarjana ditangkap pada saat pihak keluarga hendak melaporkan kehilangan atau dugaan penculikan yang dilakukan terhadap ujang Sarjana," sebut Emiral.
 
Baca: Kronologi Kasus Ujang Sarjana, Viral Setelah Diadukan ke Jokowi
 
Kemudian, pihaknya mempertanyakan apakah sah visum yang dilakukan tidak berdasarkan kepada pemeriksaan ulang. Visum tersebut hanya berdasarkan hasil rekam medis per 26 November 2021. Sedangkan laporan polisi baru dilakukan pada 2 Desember 2021 lalu hasil salah satu rekam medis baru keluar pada 3 Februari 2022.
 
"Di mana hasil visum yang mendasari Ujang Sarjana ditetapkan sebagai tersangka baru keluar hasilnya setelah Ujang Sarjana ditetapkan sebagai tersangka," akunya.
 
Keempat, pihaknya pun mempertanyakan terkait munculnya pasal 351 KUHP dalam dakwaan sedangkan dalam BAP Kepolisian, baik di tingkat penyelidikan sampai dengan penyidikan pasal yang disangkakan terhadap Ujang Sarjana hanya Pasal 170 KUHP.
 
Sambung Emiral, tim kuasa hukum juga mempertanyakan penetapan DPO saksi terlapor. Di mana saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan yang meringankan tersangka justru malah ditetapkan sebagai DPO,
 
"Padahal dalam berita acara pemeriksaannya saksi tidak pernah menyatakan bahwa ia terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut justru saksi adalah sebagai korban pemukulan yang dilakukan oleh pelapor sebelum terjadinya cekcok mulut," papar dia.
 
Tim kuasa hukum dan keluarga Ujang Sarjana, mendapatkan informasi yang nyata bahwa kliennya adalah korban oknum Pungli (pungutan Liar) di Pasar Bogor.
 
Sambungnya, pihaknya juga menyampaikan perkembangan kasus Ujang Sarjana yang saat ini sudah masuk dalam tahap persidangan pada Pengadilan Negeri Bogor dengan agenda putusan sela pada 28 April 2022.
 
"Intinya kami menghargai proses hukum yang sedang berjalan saat ini di Pengadilan Negeri Bogor, namun berita Ujang Sarjana kembali mencuat, sehingga tim kuasa hukum merasa memiliki kewajiban untuk menerangkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Kami percaya meski kebenaran berjalan dalam kegelapan pasti akan menemukan jalannya," bebernya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif