Ilustrasi zakat fitrah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.)
Ilustrasi zakat fitrah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.)

Pemkot Surabaya Imbau Pembayaran Zakat Fitrah Nontunai

Nasional Zakat Fitrah Zakat surabaya Idulfitri 1443 Lebaran 2022
Antara • 28 April 2022 15:21
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) Wali Kota Nomor 451/7314/436.8.5/2022 mengenai panduan penyelenggaraan ibadah dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah. Salah satunya terkait pembayaran zakat fitrah di masa pandemi.
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan SE tersebut di dalamnya terdapat imbauan agar pengumpulan atau penyaluran zakat fitrah, mal, infak, dan sedekah yang disalurkan pengurus masjid dan masyarakat diharapkan disampaikan melalui nontunai atau lewat daring.
 
"Pembayaran zakat, infak, mal, dan sedekah disalurkan melalui daring bertujuan untuk mencegah terjadinya kerumunan jika dilakukan secara langsung maupun tunai," kata Eri di Surabaya, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, untuk kegiatan takbiran Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau untuk mengumandangkannya di masjid, musala atau di rumah masing-masing. Eri meminta kepada takmir atau pelaksana takbiran untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
 
Baca: Pemkot Pekanbaru Izinkan Pawai Takbir Keliling
 
Sementara itu untuk pengeras suara yang digunakan pada saat pelaksanaan malam takbir, dia juga meminta agar pengurus atau takmir masjid menyesuaikan dengan aturan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
 
Eri juga mengimbau aturan soal pelaksanaan shalat Idulfitri 1 Syawal 1443 Hijriah agar dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka.
 
Bagi yang melaksanakan salat Idulfitri, lanjut dia, wajib menerapkan prokes secara ketat, pengurus dan panitia masjid atau musala masing-masing membentuk satgas mandiri untuk memastikan prokes berjalan.
 
"Jangan lupa bagi warga yang ikut berjamaah masing-masing membawa peralatan sendiri," ujar Eri.
 
Sedangkan mengenai kegiatan halalbihalal atau open house, Eri menjelaskan, warga Surabaya dibolehkan untuk kegiatan tersebut.
 
Bila kegiatan halalbihalal  jumlah tamu di atas 100 persen dari kapasitas ruangan, kata dia, wajib menyediakan makanan dan minuman yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan makan atau minum yang disajikan di tempat.
 
"Jangan lupa juga melaksanakan prokes lebih ketat dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dengan air atau hand sanitizer secara berkala serta menjaga jarak," kata Eri.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif