Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok pangan di wilayahnya aman. Khusus stok beras, ia menyebut ketersediaan mencapai 3,3 juta ton.
"Sebanyak 3,3 juta ton beras itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim sampai Juni 2020," kata Khofifah, di Surabaya, Senin, 14 April 2020.
Pemerintah Provinsi Jatim, lanjut Khofifah, juga menyiapkan lumbung pangan bagi masyarakatnya ditengah pandemik covid-19. Namun ia enggan menyebut lumbung pangan seperti apa yang dimaksud.
"Intinya, format (lumbung pangan) sudah siap. Sedang dalam koordinasi Pak Wakil Gubernur (Emil Dardak) nanti biar beliau yang melengkapi," katanya.
Baca juga: Tak Patuh PSBB Sama dengan Pelanggaran Hukum
Khofifah menambahkan, sembako dalam lumbung yang telah disiapkan memfasilitasi pembelian secara daring. Membeli langsung pun diperkenankan.
"Kami sudah uji, kalau gratis ongkos kirim (harganya) berapa. Mau membeli langsung juga akan disiapkan supaya tidak terjadi kerumunan massa," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, menambahkan, jalur logistik bantuan pangan dan ketersediaan stok di luar program bantuan pangan dampak covid-19 di Jatim, telah siap.
Menurut Emil, konsumsi beras pada Januari-Februari 2020 memang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi di Jatim. Sebaliknya, pada Maret-April justru produksi beras lebih besar dibandingkan tingkat konsumsi.
"Bulan-bulan ini memang kita fokus pada penyerapan panen, sebab ada sekitar 433.000 hektare lahan sawah yang akan memasuki masa panen, sehingga harga komoditi beras bisa terjaga," kata Emil.
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok pangan di wilayahnya aman. Khusus stok beras, ia menyebut ketersediaan mencapai 3,3 juta ton.
"Sebanyak 3,3 juta ton beras itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim sampai Juni 2020," kata Khofifah, di Surabaya, Senin, 14 April 2020.
Pemerintah Provinsi Jatim, lanjut Khofifah, juga menyiapkan lumbung pangan bagi masyarakatnya ditengah pandemik covid-19. Namun ia enggan menyebut lumbung pangan seperti apa yang dimaksud.
"Intinya, format (lumbung pangan) sudah siap. Sedang dalam koordinasi Pak Wakil Gubernur (Emil Dardak) nanti biar beliau yang melengkapi," katanya.
Baca juga:
Tak Patuh PSBB Sama dengan Pelanggaran Hukum
Khofifah menambahkan, sembako dalam lumbung yang telah disiapkan memfasilitasi pembelian secara daring. Membeli langsung pun diperkenankan.
"Kami sudah uji, kalau gratis ongkos kirim (harganya) berapa. Mau membeli langsung juga akan disiapkan supaya tidak terjadi kerumunan massa," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, menambahkan, jalur logistik bantuan pangan dan ketersediaan stok di luar program bantuan pangan dampak covid-19 di Jatim, telah siap.
Menurut Emil, konsumsi beras pada Januari-Februari 2020 memang lebih besar dibandingkan kapasitas produksi di Jatim. Sebaliknya, pada Maret-April justru produksi beras lebih besar dibandingkan tingkat konsumsi.
"Bulan-bulan ini memang kita fokus pada penyerapan panen, sebab ada sekitar 433.000 hektare lahan sawah yang akan memasuki masa panen, sehingga harga komoditi beras bisa terjaga," kata Emil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)