ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Usai Dicekoki Miras, Gadis 13 Tahun di Serang Diperkosa

Hendrik Simorangkir • 29 November 2022 14:50
Tangerang: Tidak kuat menahan birahi lantaran pengaruh minuman keras (miras), RA, 19, warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, tega menyetubuhi gadis di bawah umur yang baru dikenalnya lewat media sosial. Sebelum menjalankan aksi bejatnya, RA mencekoki gadis berusia 13 tahun itu dengan miras. 
 
Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan pelaku mengenal korban lewat media sosial Facebook. Setelah beberapa kali chatting, tersangka kemudian mengajak untuk ketemuan.
 
"Pada Minggu (10 Juli 2022) sekitar pukul 20.00 WIB, korban menemui tersangka di tempat yang sudah disepakati," ujar Yudha, Selasa, 29 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yudha menuturkan setelah bertemu dan ngobrol, pelaku kemudian mengajak korban ke rumah temannya di wilayah Kecamatan Cikande. Setiba di rumah temannya, pelaku mengajak korban minum miras jenis anggur merah.
 
"Korban menolak namun tidak kuasa dipaksa tersangka. Akibat pengaruh miras, korban mabuk tidak sadarkan diri. Kondisi korban tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Pelaku mengaku dua kali menyetubuhi korban," ujar Yudha.
 
Setelah itu, RA mengantar korban pulang. Korban tidak berani menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya.
 
Baca: Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dibuka Lagi

Meski demikian, orang tua yang curiga melihat perubahan perilaku anaknya. Korban akhirnya menceritakan dirinya telah disetubuhi pelaku dengan cara dicekoki miras.
 
"Setelah mendapat pengakuan dari anaknya, orang tua kemudian melapor ke Polres Serang," ucap dia.
 
Setelah menerima laporan dan hasil visum, serta keterangan korban dan saksi, personel Unit PPA langsung bergerak mencari tersangka dan berhasil menangkapnya saat sedang nongkrong sekitar pukul 23.00 Wib.
 
"Pelaku ditangkap saat nongkrong di pinggir jalan Kampung Panebong, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang pada Minggu (27 November 2022) malam," ungkapnya.
 
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif