ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

BPJSTK Tegaskan Pekerja Alami Kecelakaan Saat WFH Tetap Dapat Santunan

Antara • 19 Juli 2022 13:32
Tangerang: Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tangerang Cikokol, Ishak, mengatakan peserta aktif yang mengalami kecelakaan saat work from home (WFH) atau bekerja dari rumah tetap mendapatkan perlindungan. Pekerja akan tetap mendapatkan santunan.
 
Ishak mengatakan sejak pandemi covid-19 melanda, BPJS Ketenagakerjaan telah memperluas ruang lingkup perlindungan. Sehingga pekerja yang menjalani WFH juga mendapatkan perlindungan.
 
Hal tersebut telah dibuktikan dari kasus meninggalnya Sonny Sofianto yang bekerja sebagai General Manager di PT Sumber Alfaria Trijaya. Ia meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat WFH, telah mendapatkan santunan sebesar Rp4,4 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab yang namanya musibah tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan dan di mana musibah itu terjadi dan kami selalu berkomitmen memberikan pelayanan prima, sehingga peserta akan menerima santunan dan manfaatnya," kata Ishak.
 
Ia pun mengajak dan mengimbau seluruh pekerja dan pemberi kerja maupun badan usaha agar memastikan dirinya beserta seluruh karyawannya telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.
 
Baca: Pekerja Meninggal saat WFH, BPJS Ketenagakerjaan Santuni Ahli Waris Rp4,4 Miliar

"Negara menjamin kepastian tersebut dengan membentuk lembaga penyelenggara jaminan sosial sebagai sarana untuk memenuhi kewajiban negara dalam melindungi warga negaranya," ujarnya.
 
Sonny Sofianto merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 1993. Ahli waris telah menerima manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan nilai total Rp4,4 miliar.
 
Manfaat yang diterima terdiri dari santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, biaya pemakaman, dan santunan berkala selama 24 bulan yang dibayarkan secara lumpsum. BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa bagi dua orang anak maksimal sebesar Rp174 juta.
 
Selain itu, ahli waris mendapatkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki peserta. Kemudian, manfaat Jaminan Pensiun (JP) juga diberikan secara berkala setiap bulan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif