Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit. (RYAD KRAMDI / AFP)
Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit. (RYAD KRAMDI / AFP)

Liga Arab Khawatirkan Ketegangan Antara Lebanon dan Negara-Negara Teluk

Internasional arab saudi Pemberontak Houthi liga arab Yaman Lebanon bahrain
Willy Haryono • 30 Oktober 2021 19:05
Kairo: Liga Arab mengaku khawatir atas ketegangan antara Lebanon dan negara-negara Teluk yang dipicu pernyataan kontroversial terkait perang Yaman. Arab Saudi telah meminta duta besar Lebanon di Riyadh untuk angkat kaki dalam 48 jam ke depan sejak Jumat kemarin.
 
Tidak hanya itu, Arab Saudi juga melarang warganya untuk pergi ke Lebanon.
 
Ketegangan ini dipicu pernyataan Menteri Informasi Lebanon George Kardahi, yang menyebut Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai "agresor" dalam perang melawan pemberontak Houthi di Yaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah pernyataan resmi, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit meminta negara-negara Teluk mempertimbangkan sejumlah langkah "demi menghindari dampak yang lebih negatif terhadap keruntuhan perekonomian Lebanon."
 
"Aboul Gheit mengekspresikan kekhawatiran mendalam atas memburuknya hubungan Lebanon-Teluk," ujar pernyataan Liga Arab, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Disebutkan bahwa Aboul Gheit optimistis Presiden Lebanon Michel Aoun dan Perdana Menteri Najib Mikati dapat menyelesaikan krisis saat ini.
 
Beberapa jam usai Arab Saudi mengusir dubes Lebanon, Bahrain juga mengambil langkah serupa. Bahrain meminta dubes Lebanon untuk pergi dalam dua hari ke depan atas alasan yang sama.
 
Baca:  Arab Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon, Ada Apa?
 
Hubungan antara Beirut dan Riyadh sudah renggang sebelum ada masalah ini. Pernyataan kontroversial Kordahi pun semakin memperburuk situasi.
 
Dalam wawancara yang direkam pada Agustus lalu namun baru disiarkan pekan ini, Kordahi terlihat menyebut Arab Saudi dan UEA sebagai agresor dalam perang di Yaman.
 
Selama tujuh tahun, koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah memerangi pemberontak Houthi di Yaman.
 
Kordahi, yang berbicara dalam wawancara sebelum dirinya menjadi menteri, menyebut konflik di Yaman sebagai sesuatu yang "sia-sia" dan Houthi dinilainya hanya beraksi untuk "membela diri."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif