Sebuah draf nota kesepahaman berisi 14 poin krusial telah diterbitkan, menjabarkan kerangka kerja untuk mengakhiri perang yang selama ini berkecamuk dan membawa kedua negara menuju kesepakatan final.
Kantor berita semi-resmi Mehr mengungkapkan bahwa draf ini menyerukan penghentian perang secara permanen di semua front, termasuk di Lebanon.
Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menyinggung poin-poin krusial seperti pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga periode negosiasi 60 hari terkait masalah nuklir.
Presiden AS Donald Trump bahkan telah mengumumkan kesepakatan dengan Iran telah selesai dan mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan "pencabutan segera" blokade Angkatan Laut AS.
| Baca juga: Iran Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Rampung, Penandatanganan Dijadwalkan 19 Juni |
Lantas, apa saja poin-poin yang tertuang dalam draf ini?
Melansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026, berikut adalah beberapa poin isu dalam kesepakatan tersebut:1. Akhir perang dan komitmen AS
Menurut Mehr, draf tersebut menyerukan penghentian segera dan permanen perang di semua front, termasuk Lebanon.Rancangan tersebut juga mencakup komitmen AS untuk tidak campur tangan dalam urusan internal Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam.
Draf itu juga mensyaratkan AS untuk menarik pasukannya dari sekitar Iran dan menahan diri dari mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah tersebut ataupun memberlakukan sanksi baru selama periode negosiasi.
2.Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade
Rancangan tersebut mengatur pencabutan penuh blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari.Dokumen itu juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari berdasarkan pengelolaan Iran.
Mehr mengatakan rancangan tersebut mencakup mekanisme pemantauan untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian.
3. Pencabutan sanksi dan aset beku
Rancangan tersebut mengatur penangguhan sanksi atas penjualan sejumlah produk Iran termasuk minyak, produk petrokimia, dan turunannya dengan memberikan Teheran akses penuh ke proses keuangannya.Draf itu juga menyerukan pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai USD24 miliar (Rp427 triliun/Rp17.700 per USD) selama periode negosiasi 60 hari, dengan setengah dari jumlah tersebut akan tersedia untuk Iran sebelum dimulainya pembicaraan akhir.
Menurut draf yang dilaporkan oleh Mehr, kesepakatan akhir akan mencakup pencabutan penuh sanksi primer dan sekunder AS serta penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional yang terkait.
4. Perundingan nuklir, batas terakhir Iran
Draf tersebut menetapkan periode negosiasi 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir yang berfokus pada isu-isu nuklir dan pencabutan sanksi.Disebutkan bahwa Iran akan menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
Mehr mengatakan negosiasi akhir hanya akan berfokus pada nasib material yang diperkaya dan kegiatan pengayaan, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi ekonomi Iran.
Laporan tersebut menambahkan bahwa program rudal Iran dan dukungan untuk kelompok perlawanan "secara definitif" dikecualikan dari agenda negosiasi akhir.
5. Rencana rekonstruksi, kesepakatan akhir
Draf tersebut mengharuskan AS dan sekutunya untuk menyampaikan rencana rekonstruksi untuk Iran senilai setidaknya USD300 miliar (Rp5.318 triliun/Rp17.700 per dolar AS).Disebutkan juga bahwa kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Mehr melaporkan bahwa negosiasi akhir tidak akan dimulai sebelum setengah dari aset Iran yang dibekukan dilepaskan, sanksi terhadap minyak Iran ditangguhkan, dan blokade Angkatan Laut dicabut.
Perubahan menit-menit terakhir
Secara terpisah, Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut mengatakan bahwa sejumlah perubahan terkini dimasukkan ke dalam draf pada menit-menit terakhir negosiasi, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan administrasi Selat Hormuz.Sumber tersebut menambahkan bahwa jaminan yang berkaitan dengan kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon juga dimasukkan pada tahap akhir dan berperan penting atas tidak dilaksanakannya balasan yang direncanakan Iran atas serangan Israel di Kawasan pinggiran selatan Beirut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda