Pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah. Foto: AFP
Pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah. Foto: AFP

Pemimpin Hizbullah Gembira dengan Kejatuhan Memalukan dari Trump

Internasional hizbullah joe biden donald trump Pilpres AS 2020
Fajar Nugraha • 12 November 2020 11:49
Beirut: Pemimpin Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa dia senang dengan ‘kejatuhan yang memalukan’ dari Presiden AS Donald Trump. Tetapi dia mendesak sekutu regional untuk waspada terhadap ‘kebodohan’ AS atau Israel selama sisa masa jabatan Trump.
 
“Pemerintahan Trump adalah di antara yang terburuk, jika bukan yang terburuk di Amerika Serikat. Tetapi mengatakan bahwa Presiden AS yang baru tidak akan mengubah kebijakan pro-Israel Washington di Timur Tengah,” ucap Hassan Nasrallah, dalam pidatonya, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis 12 November 2020.
 
Nassralah menyoroti sanksi AS yang dijatuhkan pada sekutunya Gebran Bassil, seorang politikus Kristen Lebanon yang berpengaruh. Menurutnya itu ditujukan untuk memberikan tekanan politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amerika Serikat pekan lalu memasukkan Bassil ke dalam daftar hitam. Menantu dari Presiden Lebanon itu dituduh atas tuduhan korupsi dan hubungan dengan Hizbullah yang didukung Iran yang dianggap Washington sebagai kelompok teroris.

Trump sorotan

Hingga saat ini Donald Trump masih tidak mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 3 November 2020 lalu. Justru Trump mengklaim dirinya adalah pemenang sembari terus melayangkan tuduhan kecurangan kepada Partai Demokrat dan Biden.
 
Baca: Kubu Trump Gugat Hasil Penghitungan Suara di Michigan.
 
Meski proses penghitungan suara memang belum 100 berakhir, media-media besar AS telah memproyeksikan Joe Biden sebagai pemenang pemilu AS. Biden telah memperoleh lebih dari 270 electoral college atau suara elektoral yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Presiden AS.
 
Tim kampanye Trump pun akan melayangkan gugatan baru ke pengadilan Michigan, untuk meminta negara bagian tersebut tidak mengonfirmasi hasil pemilu. Kubu Trump baru akan menerima hasil pemilu di Michigan jika semua surat suara yang dihitung terbukti sah dan tidak melanggar hukum.
 
"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun suara yang diberikan secara ilegal (di Michigan)," kata pengacara tim kampanye Trump, Matt Morgan, dilansir dari lamanTasspada Rabu, 11 November 2020.
 
Di Washington, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengaku telah berbicara dengan sejumlah pemimpin negara lain terkait pemilu AS dalam wawancara bersamaFox News. Ia mengatakan bahwa proses penghitungan suara pemilu AS belum berakhir.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif