Bendera Israel (kiri) dan bendera Sudan. (JACK GUEZ, ASHRAF SHAZLY / AFP)
Bendera Israel (kiri) dan bendera Sudan. (JACK GUEZ, ASHRAF SHAZLY / AFP)

Sudan Resmi Hapus Undang-Undang Boikot Israel

Willy Haryono • 20 April 2021 12:03
Khartoum: Pemerintah Sudan resmi menghapus undang-undang boikot Israel yang telah berlaku selama berdekade-dekade pada Senin, 19 April. Ini merupakan upaya Sudan dalam menormalisasi sepenuhnya hubungan diplomatik dengan Israel.
 
Sebuah UU baru disetujui dalam rapat gabungan Dewan dan Kabinet Berdaulat Sudan, yang otomatis menganulir UU boikot Israel tahun 1958. UU boikot tersebut melarang adanya hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel.
 
Kabinet Sudan sudah menyetujui aturan yang dapat menghapus UU boikot bulan ini. Meski menormalisasi hubungan dengan Israel, kabinet Sudan juga menekankan kembali dukungannya terhadap pembentukan negara independen Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan dihapusnya UU boikot, maka warga Sudan dapat berbisnis dengan Israel. Dikutip dari laman Arutz Sheva pada Selasa, 20 Maret 2021, warga Sudan juga diizinkan untuk mengunjungi saudara atau kerabat mereka yang tinggal di Israel.
 
Di bawah UU boikot 1958, pelanggar dapat dijatuhi vonis 10 tahun penjara dan diwajibkan membayar sejumlah denda.
 
Sudan menjadi negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari perjanjian Abraham Accords. Perjanjian tersebut dimediasi pemerintahan AS di bawah Donald Trump pada Oktober 2020.
 
Sebelum Sudan, Uni Emirat Arab dan Bahrain sudah menormalisasi hubungan bilateral dengan Israel.
 
Normalisasi antara Israel dan Sudan diumumkan beberapa hari usai Trump secara resmi menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.
 
Baca:  Sudan Mengakui Normalisasi dengan Israel Merupakan Syarat dari AS
 
Pekan kemarin, muncul laporan bahwa delegasi Sudan beranggotakan jajaran pejabat keamanan dan intelijen akan berkunjung ke Israel.
 
Namun dua sumber dari pemerintahan Sudan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima undangan dari Israel. Namun rencana tersebut kemudian diubah. Keduanya tidak menyebut alasan perubahan tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif