"Kami tidak bisa memberi tahu rencana kami (kepada negara-negara Arab). Rencananya saat ini adalah (Iran) tengah bicara dengan kami dan kami lihat apakah kami bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kami akan lihat yang akan terjadi," kata Trump dikutip Fox News, Minggu, 1 Februari 2026.
Menurut Trump, pengerahan kekuatan militer itu melampaui langkah serupa yang dilakukan Washington sebelum operasi militer AS di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.
| Baca juga: PM Kanada Ungkap AS Berbohong Soal Dirinya Minta Maaf ke Trump |
Namun Trump menegaskan jalur komunikasi antara Washington dan Teheran masih terbuka. Hanya saja ia mengakui belum ada kepastian mengenai hasil pembicaraan tersebut.
"Terakhir kali mereka (Iran) bernegosiasi, kami harus menghancurkan nuklir mereka, itu tidak berhasil," sebut Trump.
"Kemudian kami menghancurkannya dengan cara yang berbeda, dan kita akan lihat apa yang terjadi," lanjutnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran yang terjadi pada Juni tahun lalu. Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa serangan tersebut telah melumpuhkan kemampuan nuklir Teheran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News