PM Kanada Mark Carney bantah klaim AS soal dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. (dok. Instagram)
PM Kanada Mark Carney bantah klaim AS soal dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. (dok. Instagram)

PM Kanada Ungkap AS Berbohong Soal Dirinya Minta Maaf ke Trump

Adri Prima • 28 Januari 2026 15:46
Ringkasnya gini..
  • Perdana Menteri Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya telah meminta maaf atau menarik kritik terhadap Donald Trump.
  • Mark Carney mengkiritik kebijakan Trump menyebabkan “keretakan” tatanan dunia pascaperang.
  • Hubungan Kanada dan AS memanas setelah Kanada menjalin kerja sama dagang dengan Tiongkok.
Jakarta: Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menegaskan tidak pernah menarik ucapannya terkait pidato bernada kritikan keras ke Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.
 
Penegasan ini disampaikan menyusul klaim Gedung Putih yang menyebut Carney telah meminta maaf dan meralat pernyataannya dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
 
Ketegangan diplomatik bermula dari pidato Carney di Davos yang secara tersirat mengkritik kebijakan Trump. Dalam pidatonya, Carney menyebut kebijakan tersebut berkontribusi terhadap “keretakan” tatanan dunia pascaperang. Trump merespons pernyataan itu sehari kemudian dengan menyatakan bahwa “Kanada hidup karena Amerika Serikat.”
 
Baca juga:
Berpidato di Davos, Trump Bahas Greenland Sembari Menyindir Eropa
 

Bantah klaim AS


Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa Carney telah "menarik kembali" sejumlah pernyataannya saat berbicara dengan Trump. Namun klaim tersebut dibantah langsung oleh Carney saat ditemui wartawan di Ottawa, Selasa waktu setempat.

"Untuk memperjelas, dan saya telah menyampaikan hal ini kepada Presiden, saya memaksudkan apa yang saya katakan di Davos," tegas Carney saat mengonfirmasi percakapannya dengan Trump.
 
Carney mengungkapkan bahwa Presiden Trump yang lebih dulu menghubunginya pada Senin. Ia menyebut pembicaraan berlangsung positif dan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari konflik Ukraina dan Venezuela, keamanan kawasan Arktik, hingga rencana peninjauan perjanjian perdagangan bebas USMCA yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
 

Ketegangan antara Kanada dan AS


Hubungan Kanada dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Ottawa menyepakati kerja sama perdagangan dengan Tiongkok. Kesepakatan tersebut memangkas tarif minyak kanola Kanada dari 85% menjadi 15%. Di sisi lain, Kanada juga menerapkan pajak rendah untuk sejumlah kendaraan listrik asal Tiongkok.
 
Kebijakan itu memicu ancaman dari Trump yang menyatakan akan mengenakan tarif 100% terhadap produk Kanada jika negara tersebut membiarkan barang-barang Tiongkok masuk ke AS untuk menghindari bea masuk. 
 
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pun melontarkan kritik tajam terhadap langkah Kanada. "Kanada bergantung pada AS. Perdagangan Utara-Selatan jauh lebih besar daripada perdagangan Timur-Barat," ujar Bessent. 
 
"Perdana Menteri seharusnya melakukan yang terbaik untuk rakyat Kanada daripada mencoba memaksakan agenda globalisnya," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan