Trum menyebut sejumlah wilayah di Eropa kini tidak lagi dapat dikenali dan menyebut benua tersebut tidak bergerak ke arah yang benar.
"Saya mencintai Eropa dan saya ingin melihat Eropa berkembang dengan baik, tetapi Eropa tidak menuju ke jalan yang benar," ujar Trump dalam pidatonya.
Pidato Trump disampaikan di tengah sorotan tajam para pemimpin global terhadap sikap agresifnya terkait rencana pencaplokan Greenland.
Kekhawatiran atas sikap Trump terhadap Greenland juga disuarakan para pelaku pasar dan sekutu AS, termasuk di Davos. Namun, dalam pidatonya, Trump menepis opsi penggunaan kekuatan militer, sesuatu yang sebelumnya sempat ia hindari saat ditanya awak media.
| Baca juga: Boikot Piala Dunia 2026, Cara Jitu Beri Efek Jera Donald Trump |
Trump menyatakan pemerintahannya tetap percaya pada kuatnya hubungan antara AS dan Eropa. "Itulah mengapa isu-isu seperti energi, perdagangan, imigrasi, dan pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian utama bagi siapa pun yang ingin melihat Barat yang kuat dan bersatu, karena Eropa dan negara-negara tersebut harus melakukan tugas mereka," kata Trump.
"Mereka harus keluar dari budaya yang mereka ciptakan selama 10 tahun terakhir. Sungguh mengerikan apa yang mereka lakukan pada diri mereka sendiri. Mereka menghancurkan diri mereka sendiri, tempat-tempat yang indah ini," lanjutnya.
"Kita menginginkan sekutu yang kuat, bukan yang sangat lemah. Kita ingin Eropa menjadi kuat. Pada akhirnya, ini masalah keamanan nasional. Mungkin tidak ada isu saat ini yang membuat situasi lebih jelas daripada yang sedang terjadi di Greenland," tegasnya.
Trump sebelumnya secara terbuka mendukung agar pulau Arktik tersebut menjadi bagian dari AS. Ia bahkan menegaskan tidak ada jalan kembali untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark serta mengancam akan mengenakan gelombang tarif terhadap delapan negara Eropa jika terus menentang rencananya.
Retorika Trump yang kian agresif soal Greenland memperuncing ketegangan trans-Atlantik. Presiden Prancis Emmanuel Macron pun memperingatkan bahaya pergeseran menuju dunia tanpa aturan dan mengecam para pengganggu global, meski tidak menyebut nama Trump secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News