Langkah ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat mengumumkan bahwa lalu lintas perkapalan itu akan dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.
“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” kata Araghchi melalui media sosial X, dilansir Antara, Sabtu, 18 April 2026.
Ia juga mengatakan bahwa jalur perkapalan yang dibuka adalah sesuai koordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.
| Baca juga: AS Siapkan Operasi Blokade Total Selat Hormuz, Ini Respons Iran |
Respons Amerika Serikat: apresiasi tapi tetap waspada
Merespons pengumuman Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan Teheran tersebut.“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dai siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” kata Trump dalam kirimannya di platform Truth Social dengan menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Iran”.
Tetapi, selang beberapa saat, Presiden Trump menyampaikan lagi di Truth Social bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan blokadenya terhadap pelabuhan Iran hingga negosiasi dengan negara tersebut selesai sepenuhnya.
“Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai,” kata Trump dalam kiriman berikutnya itu.
Namun demikian, Trump optimistis bahwa langkah tersebut tak akan berlangsung lama, mengingat sebagian besar dari poin perundingan telah dinegosiasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News