Amman: Negara-negara di Timur Tengah mulai menutup ruang udara mereka setelah Iran menyerang Israel pada Minggu, 14 April 2024 dini hari. Serangan ini melibatkan lebih dari 50 drone.
Situasi berkembang pesat, dan pemerintah di seluruh Timur Tengah merespons berita serangan drone Iran tersebut.
“Yordania, Lebanon dan Irak, tiga negara yang kemungkinan menjadi jalur penerbangan drone ini, telah menutup ruang udara mereka,” lapor BBC.
Iran dan Israel dikabarkan telah menutup akses mereka terhadap semua pesawat kecuali pesawat militer.
Serangan drone ini ditetapkan akan memakan waktu beberapa jam sebelum mencapai wilayah udara Israel. Sementara itu, pertahanan militer Negeri Zionis dilaporkan dalam siaga tinggi.
Ini jadi serangan langsung Iran yang pertama terhadap wilayah Israel. Serangan ini merupakan balasan Iran atas gempuran Israel terhadap gedung konsulat Teheran di Damaskus, Suriah, pekan kemarin.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer “siap menghadapi skenario apa pun”. “Warga Israel, dalam beberapa tahun terakhir, dan khususnya dalam beberapa minggu terakhir, Israel telah bersiap menghadapi serangan langsung oleh Iran,” katanya.
“Sistem pertahanan kami telah dikerahkan; kami siap menghadapi skenario apa pun, baik bertahan maupun menyerang. Negara Israel kuat. IDF (militer Israel) kuat. Masyarakatnya kuat,” ucap Netanyahu.
Ia juga berterima kasih kepada sekutunya, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, karena ‘berdiri di samping’ Israel.
Baca juga: Diserang Iran, Netanyahu: Israel Siap Hadapi Skenario Apa Pun
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan