Kelompok pekerja berkumpul di Bandara Internasional Sanaa di Yaman, 10 Agustus 2021. (Mohammed HUWAIS / AFP)
Kelompok pekerja berkumpul di Bandara Internasional Sanaa di Yaman, 10 Agustus 2021. (Mohammed HUWAIS / AFP)

Pemberontak Houthi Izinkan Penerbangan PBB ke Ibu Kota Yaman

Internasional konflik yaman pbb arab saudi Pemberontak Houthi Yaman
Willy Haryono • 28 Desember 2021 17:10
Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi membuka kembali penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke ibu kota Yaman, Sanaa, untuk sementara waktu. Izin dikeluarkan setelah akses penerbangan PBB ditutup selama sepekan karena adanya serangan udara koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
 
"Otoritas penerbangan sipil mengumumkan kelanjutan penerbangan PBB dan organisasi lainnya ke bandara Sanaa untuk sementara waktu," ungkap laporan saluran televisi Al-Masirah yang dijalankan Houthi.
 
"Kementerian Luar Negeri (Houthi) sudah dihubungi untuk menginformasikan PBB dan organisasi internasional lainnya bahwa bandara Sanaa sudah dibuka kembali," sambungnya, dilansir dari France 24, Selasa, 28 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yaman dilanda perang sipil antara Houthi dan pemerintahan resmi yang diakui internasional. Peperangan ini sudah terjadi sejak tahun 2014. Koalisi Arab Saudi mengintervensi konflik tersebut satu tahun setelahnya.
 
Penerbangan ke Sanaa yang dikuasai Houthi sebagian besarnya diblokade koalisi Arab Saudi sejak Agustus 2016. Namun terdapat pengecualian bagi penerbangan bantuan yang merupakan harapan hidup bagi banyak masyarakat Yaman.
 
Houthi mengatakan, penerbangan PBB ke Sanaa terhenti akibat serangan udara koalisi Arab Saudi pekan lalu. Namun pihak koalisi mengatakan bandara itu sudah ditutup dua hari sebelumnya, dan menyalahkan Houthi atas terhentinya penerbangan PBB.
 
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pada akhir pekan kemarin bahwa Houthi telah "memiliterisasi" bandara Sanaa dan menggunakannya sebagai "pusat peluncuran utama rudal balistik dan drone" ke arah kerajaan.
 
Sementara Houthi balik menuduh koalisi Arab Saudi sebagai pihak yang mencegah masuknya "peralatan komunikasi dan navigasi" yang dibutuhkan bandara Sanaa.
 
"PBB dan organisasi internasional lainnya telah menerima informasi bahwa operasional jangka panjang berbagai peralatan (di Bandara Sanaa) tidak dapat diprediksi karena umurnya sudah terlalu tua," tutur Houthi.
 
Baca:  Arab Saudi Tuduh Hizbullah Latih Houthi, 18 Prajurit Yaman Tewas dalam Bentrok Baru
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif