PM Niger Brigi Rafini. (AFP)
PM Niger Brigi Rafini. (AFP)

Korban Tewas Serangan Militan di Niger Jadi 100 Orang

Internasional boko haram prancis niger
Willy Haryono • 04 Januari 2021 09:28
Niamey: Jumlah korban tewas serangan militan di dua desa di Niger bertambah menjadi 100 orang. Perdana Menteri Niger Brigi Rafini mengatakan, 70 orang tewas diserang di desa Tchombangou, sementara 30 lainnya di Zaroumdareye -- keduanya di wilayah perbatasan dekat Mali.
 
Serangan pada Sabtu kemarin itu merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah Niger. Sejauh ini, belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab.
 
Baca:  79 Orang Tewas dalam Serangan Militan di Niger

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut wali kota Almou Hassane, sekelompok militan datang menyerang dua desa dengan mengendarai "sekitar 100 sepeda motor." Para penyerang disebutnya terbagi dalam dua grup, kemudian menyerang kedua desa secara bersamaan.
 
Mantan menteri Issoufou Issaka mengatakan kepada media AFP bahwa para militan menyerang kedua desa usai masyarakat Niger membunuh dua anggota kelompok mereka. Pernyataan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah.
 
Selain menewaskan 100 orang, serangan militan juga membuat 75 warga di kedua desa terluka. Beberapa dari mereka harus dilarikan ke rumah sakit di Quallam dan juga Niamey.
 
PM Rafini telah mengunjungi kedua desa pada Minggu kemarin. "Situasinya benar-benar mengerikan. Investigasi akan dilakukan, sehingga kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja," ucapnya kepada awak media, dilansir dari laman BBC pada Senin, 4 Januari 2021.
 
Kedua desa berlokasi di wilayah Tillaberi di dalam zona yang berbatasan dengan Mali dan Burkina Faso. Zona tiga perbatasan ini telah dilanda serangan militan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Bulan lalu, tujuh prajurit Niger tewas dalam sebuah penyergapan militan di zona tiga perbatasan. Niger juga kerap dilanda serangan militan dari Nigeria, yang biasanya dilakukan grup ekstremis Boko Haram.
 
Sebagai upaya meredam gelombang kekerasan di Niger dan sekitarnya, Prancis telah memimpin koalisi militan dengan menggandeng sejumlah negara Afrika. Prancis menyebut operasi di Afrika ini sebagai "Operasi Barkhane."
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif