Di tengah situasi tersebut, Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun dengan pengecualian bagi Amerika Serikat dan sekutunya.
Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran pasar global, mengingat sekitar seperlima pengiriman minyak dunia melewati jalur tersebut.
Ancaman penutupan picu lonjakan harga minyak
Ketegangan meningkat setelah pernyataan dari pejabat militer Iran terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz.Melansir Al Jazeera, Selasa, 17 Maret 2026 pada 2 Maret, penasihat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Jabari, mengumumkan bahwa selat tersebut "ditutup" dan jika ada kapal yang mencoba menyeberanginya, IRGC dan angkatan laut akan "membakar kapal-kapal tersebut".
Pernyataan ini berdampak besar terhadap pasar energi global. Harga minyak melonjak tajam dari sekitar USD65 per barel sebelum konflik menjadi lebih dari USD100 per barel.
Minyak mentah Brent bahkan tercatat naik 2,5 persen menjadi USD105,70, atau lebih dari 40 persen dibandingkan sebelum konflik yang dimulai pada akhir Februari.
| Baca juga: Kapal Indonesia Boleh Lewati Selat Hormuz, Negara Mana Saja yang Dilarang? |
Iran beri izin terbatas untuk sejumlah negara
Meski situasi tegang, Iran tetap membuka akses terbatas bagi beberapa negara yang mengajukan jalur aman.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pihaknya didekati oleh sejumlah negara yang mencari jalur aman bagi kapal-kapal mereka.
Ia juga menyebut bahwa kapal dari berbagai negara telah diizinkan melintas, meski tidak merinci secara detail.
Daftar negara yang kapalnya diizinkan melintas
Sejumlah laporan menyebutkan beberapa negara yang telah mendapatkan izin atau berhasil melintasi Selat Hormuz:Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz tanpa gangguan.
India
Iran memberikan pengecualian bagi kapal India. Dua kapal tanker berbendera India yang membawa gas minyak cair dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut dengan aman.
“Mereka melewati Selat Hormuz dengan selamat pada pagi hari dan sedang dalam perjalanan ke India,” kata Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Perairan, Rajesh Kumar Sinha dalam konferensi pers di New Delhi.
Turki
Salah satu kapal milik Turki juga telah mendapatkan izin melintas setelah melalui proses koordinasi dengan otoritas Iran.
“Lima belas kapal (dengan pemilik Turki) ada di sana. Kami memperoleh izin dari pihak berwenang Iran untuk salah satu kapal yang telah menggunakan pelabuhan Iran, dan kapal itu telah lewat,” kata Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu.
Negara yang sedang bernegosiasi
Selain negara yang telah mendapat izin, beberapa negara lain juga tengah melakukan negosiasi dengan Iran untuk memastikan keamanan jalur pelayaran mereka.China
China dilaporkan sedang bernegosiasi agar kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Negara ini sangat bergantung pada jalur tersebut, dengan sekitar 45 persen pasokan minyaknya melewati kawasan ini.
Prancis dan Italia
Dua negara Eropa ini juga disebut telah mengajukan pembicaraan dengan Iran guna mendapatkan akses aman bagi kapal-kapal mereka.
Pembatasan akses di Selat Hormuz menimbulkan dampak luas terhadap pasar energi global. Jalur ini merupakan salah satu titik paling vital dalam rantai pasok minyak dunia.
Ketidakpastian akses membuat harga energi berfluktuasi tajam dan memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan global. Situasi ini juga memperlihatkan betapa strategisnya Selat Hormuz dalam stabilitas ekonomi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News