Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) dalam pertemuan Liga Arab di Kairo, Mesir. (AFP)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) dalam pertemuan Liga Arab di Kairo, Mesir. (AFP)

Liga Arab Berharap Biden Mampu Dorong Kemerdekaan Palestina

Internasional amerika serikat palestina israel palestina liga arab joe biden donald trump palestina israel
Willy Haryono • 19 Januari 2021 15:45
Kairo: Liga Arab mengekspresikan harapan bahwa presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mampu mengubah berbagai kebijakan Donald Trump mengenai isu Timur Tengah. Liba Arab juga berharap Biden mampu mendorong suatu proses politik dalam upaya membantu Palestina meraih kemerdekaan.
 
Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab yang beranggotakan 22 negara, mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bahwa Solusi Dua Negara (Two-State Solution) "telah terpinggirkan oleh mediator utama proses perdamaian" -- merujuk pada Negeri Paman Sam.
 
Padahal, Solusi Dua Negara adalah konsensus global yang dianggap sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Palestina-Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Gangguan) ini mendorong Pemerintah Israel dalam mengintensifkan aktivitas pembangunan permukimannya di tanah pendudukan," tutur Gheit, dilansir dari laman Ynet pada Selasa, 19 Januari 2021.
 
Baca:  Palestina Berharap Biden akan Hentikan Proyek Perumahan Israel
 
Selain mengenai Palestina, Gheit juga menyinggung mengenai Iran tanpa menyebutkan nama negaranya secara langsung. Menurutnya, ada "beberapa kekuatan regional yang mengintervensi urusan dalam negeri kawasan Arab," termasuk mengenai aktivitas di rute navigasi maritim internasional.
 
Gheit diyakini merujuk pada kebebasan bernavigasi di Teluk Persia. "Intervensi ini memperburuk dan membuat konflik-konflik yang ada menjadi semakin rumit," ucapnya, yang diyakini merujuk pada dugaan keterkaitan Iran dengan Suriah, Yaman, dan juga kelompok Hamas.
 
Pandemi virus korona (covid-19) juga disinggung Gheit. Menurutnya, pandemi covid-19 dan konflik-konflik di jazirah Arab merupakan "kombinasi berbahaya yang telah berdampak buruk pada masyarakat di kawasan."
 
Konflik-konflik yang disebutkan Gheit merujuk pada perang sipil di Suriah, konflik Yaman, dan perpecahan politik di Libya.
 
Pernyataan Gheit disampaikan satu hari usai otoritas Israel mengeluarkan izin pembangunan proyek pembangunan ratusan rumah di Tepi Barat. Otoritas Palestina (PA) menilai pemberian izin itu merupakan eksploitasi Israel terhadap hari-hari terakhir kepemimpinan AS di bawah Trump.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif