Sistem pertahanan Israel, Iron Dome, mencegat beberapa roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza pada 18 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)
Sistem pertahanan Israel, Iron Dome, mencegat beberapa roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza pada 18 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)

Antisipasi Perang dengan Hizbullah, Israel Siap Hadapi 2.500 Rudal Per Hari

Internasional hizbullah Israel Lebanon
Medcom • 18 Oktober 2021 14:45
Iran: Kelompok Hizbullah mengaku tidak ingin meningkatkan ketegangan dengan Israel, namun siap merespons secara keras terhadap segala bentuk serangan dari Negeri Yahudi. Israel pun mengungkapkan pernyataan senada.
 
Hizbullah adalah sebuah kelompok asal Lebanon yang mendapat dukungan dari Iran, musuh bebuyutan Israel.
 
Dilansir dari Sputnik News, Senin, 18 Oktober 2021, seorang perwira senior militer Israel menjelaskan kepada AFP bahwa pihaknya tidak ingin berperang dengan Hizbullah. Namun, militer Israel mengaku siap jika harus menghadapi hingga 2.500 rudal Hizbullah per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Komando Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Uri Gordin mengatakan, rentetan rudal yang ditembakkan sekelompok grup bersenjata dalam konflik di Jalur Gaza pada Mei lalu, menjadi yang tertinggi dalam sejarah Israel.
 
"Kala itu ada lebih dari 400 roket yang ditembakkan ke wilayah Israel pada setiap harinya," ujar Uri.
 
"Mungkin akan ada sekitar 1.500 hingga 2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke Israel," sambungnya, merujuk pada kemungkinan pecahnya konflik bersenjata dengan Hizbullah.
 
Baca:  PM Israel Minta Pemerintah Lebanon Bertanggungjawab Atas Serangan Roket
 
Pada 2006, konflik dengan Hizbullah dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon dan 160 warga Israel. Gordin menerangkan, konflik tersebut menjadi "tamparan" bagi unit Home Front Command di IDF, yang sejak saat itu terus memperkuat kapasitasnya.
 
Home Front Command kini menggunakan proyeksi komputer untuk memperkirakan lintasan sebuah roket, sehingga langkah-langkah antispasi dapat dilakukan. Lewat proyeksi ini, warga sipil yang berada dalam lintasan roket dapat diminta untuk segera pergi ke tempat aman. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif