Siswi Palestina berdoa di lokasi tewasnya jurnalis Shireen Abu Akleh. Foto: AFP
Siswi Palestina berdoa di lokasi tewasnya jurnalis Shireen Abu Akleh. Foto: AFP

Palestina Beri Penghormatan Bagi Shireen Abu Akleh, Tolak Penyelidikan Bersama

Internasional Palestina israel palestina Israel Kekerasan terhadap Wartawan Shireen Abu Akleh
Fajar Nugraha • 12 Mei 2022 14:46
Tepi Barat: Warga Palestina merencanakan upacara peringatan Kamis untuk jurnalis Shireen Abu Akleh yang terbunuh saat meliput serangan Israel di Tepi Barat. Tetapi Palesinta telah menolak seruan pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk penyelidikan bersama atas kematiannya.
 
Warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan AS, Abu Akleh, adalah seorang veteran Al Jazeera yang berbasis di Qatar. Perempuan berusia 51 tahun itu ditembak di kepala selama bentrokan di kamp pengungsi Jenin, sebuah titik nyala utama dalam konflik Israel-Palestina.
 
Baca: Jurnalis Palestina Tewas Ditembak Israel dengan Rompi ‘Pers’ Terpakai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengakui Rabu malam bahwa itu bisa saja "orang-orang Palestina yang menembaknya" atau menembak dari "pihak kita" . Gantz tampaknya mengabaikan pernyataan Perdana Menteri Naftali Bennett bahwa dia "kemungkinan" dibunuh oleh tembakan nyasar Palestina.
 
"Kami tidak yakin bagaimana dia dibunuh, tetapi kami ingin mengungkap insiden ini dan mengungkap kebenaran sebanyak yang kami bisa," kata Gantz kepada wartawan.
 
Al Jazeera, pejabat Palestina dan saksi mengatakan Abu Akleh dibunuh oleh pasukan Israel, dan jaringan bersikeras dia menjadi sasaran "sengaja" dan "dengan darah dingin".
 
Israel secara terbuka menyerukan penyelidikan bersama atas pembunuhan itu dan meminta otoritas Palestina untuk menyerahkan peluru yang mengenai Abu Akleh untuk pemeriksaan forensik.
 
Sebuah sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP bahwa Israel siap untuk memeriksa proyektil di depan pejabat Palestina dan AS, "di luar transparansi".


Transparansi tinggi

Uni Eropa telah mendesak penyelidikan "independen" sementara Amerika Serikat menuntut pembunuhan itu "diinvestigasi secara transparan", seruan yang digaungkan oleh hak asasi manusia PBB kepala Michelle Bachelet.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif