Aksi solidaritas mendukung Mahsa Amini berlangsung di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2022. (Bulent KILIC / AFP)
Aksi solidaritas mendukung Mahsa Amini berlangsung di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2022. (Bulent KILIC / AFP)

Grup HAM Iran: 92 Orang Tewas dalam Aksi Protes Mahsa Amini

Willy Haryono • 03 Oktober 2022 13:01
Teheran: Setidaknya 92 orang tewas dalam aksi protes mengecam kematian Mahsa Amini, menurut keterangan kelompok Iran Human Rights (IHR) pada Minggu, 2 Oktober. Angka tersebut dihitung IHR sejak demonstrasi meletus pada 17 September.
 
Mahsa Amini, 22, dinyatakan meninggal dunia pada 16 September setelah dirinya ditahan polisi moral Iran atas tuduhan melanggar aturan memakai hijab di ruang publik. Kematiannya memicu gelombang unjuk rasa terbesar di Iran dalam tiga tahun terakhir.
 
Dikutip dari India Today, Senin, 3 Oktober 2022, IHR mencatat adanya tambahan 41 orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan demonstran di wilayah tenggara Iran yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan pada Jumat kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi solidaritas mendukung perempuan Iran telah digelar di dalam dan luar negeri. Sabtu kemarin, aksi protes mengecam kematian Mahsa Amini berlangsung di lebih dari 150 kota di sejumlah negara.
 
Bentrokan antar pasukan keamanan Iran dan pengunjuk rasa telah melanda seantero negeri selama 16 malam berturut-turut. Bentrokan pertama kali meletus di wilayah barat yang banyak dihuni etnis minoritas Kurdi, tempat Mahsa Amini berasal.
 
Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah urgen untuk menghentikan Pemerintah Iran dalam membunuh kelompok pedemo. Ia mengatakan apa yang dilakukan Pemerintah Iran dapat dikategorikan sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan."
 
Sebelumnya, kelompok Amnesty International yang berbasis di London telah mengonfirmasi 53 kematian terkait aksi protes Mahsa Amini. Pekan kemarin, kantor berita Fars mengatakan bahwa "sekitar 60 orang" telah meninggal dunia.
 
Pemerintah Iran telah menuding adanya kekuatan asing yang memprovokasi unjuk rasa di negaranya. Iran secara spesifik menuding Amerika Serikat dan para sekutu Barat-nya.
 
Jumat kemarin, Kementerian Intelijen Iran mengatakan bahwa sembilan warga negara asing, termasuk dari Prancis, Jerman, Italia, Belanda dan Polandia, telah ditangkap terkait kerusuhan massa. Sebanyak 256 anggota grup oposisi terlarang di Iran juga telah ditangkap pasukan keamanan.
 
Baca:  Mahsa Amini Tewas di Tangan Polisi Moral, Ini Penjelasan Kedubes Iran
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif