Grup bersenjata beraksi dan berbuat kekacauan di sejumlah wilayah di Mozambik utara sejak akhir 2017. (Alfredo Zuniga/AFP)
Grup bersenjata beraksi dan berbuat kekacauan di sejumlah wilayah di Mozambik utara sejak akhir 2017. (Alfredo Zuniga/AFP)

Upaya Penyelamatan Warga Sipil di Kota Palma Mozambik Berlanjut

Willy Haryono • 30 Maret 2021 15:41
Palma: Upaya penyelamatan sejumlah warga sipil di kota Palma, Mozambik, berlanjut hingga Selasa, 30 Maret 2021. Kota di provinsi Cago Delgado tersebut diserang dan dikuasai sekelompok pemnberontak sejak Rabu pekan kemarin.
 
"Kami telah menyelamatkan 120 orang yang melarikan diri dan bersembunyi di sejumlah kamp," kata Lionel Dyck, CEO dari Dyck Advisory Group, kepada media SABC.
 
Dyck Advisory Group dihubungi Pemerintah Mozambik dan beberapa perusahaan gas di kota Palma untuk turut membantu menyelamatkan warga sipil di kota Palma. Dyck mengatakan bahwa grupnya berhasil menyelamatkan sejumlah warga ke beberapa lokasi aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada beberapa jasad tergeletak di jalanan, sebagian dalam kondisi terpenggal. Saat ini kami belum bisa menghitung jumlah korban tewas, namun fokus menyelamatkan mereka yang masih hidup," tutur Dyck, dilansir dari laman Al Jazeera.
 
Pemerintah Mozambik mengonfirmasi bahwa "puluhan warga sipil tak berdosa" tewas dalam serangan sekelompok militan di kota Palma. Dari deretan korban tewas, tujuh di antaranya adalah warga yang berusaha melarikan diri dari sebuah hotel.
 
Baca:  Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Militan di Mozambik
 
Grup bersenjata yang menyerang kota Palma disebut sebagai al-Shabab, walau tidak terkait dengan grup bernama sama di Somalia. Grup tersebut telah beraksi di Mozambik utara sejak akhir 2017, membunuh ratusan orang dan menguasai sejumlah kota serta desa.
 
Menurut Dyck, grup penyerang di kota Palma awalnya adalah sekelompok "bandit" yang kemudian mengklaim terafiliasi dengan Islamic State (ISIS). Sejak saat itu, lanjut Dyck, al-Shabab di Mozambik pun menjadi ancaman serius.
 
"Ini adalah serangan yang sangat terencana dan terkoordinasi," tutur Dyck, seorang mantan prajurit. Ia mengatakan al-Shabab di kota Palma saat ini mempunyai sejumlah senjata berat.
 
Palma berada di pusat proyek energi milik Total, perusahaan minyak dan gas asal Prancis. Cadangan gas di Palma diestimasi sebagai salah satu yang terbesar di dunia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif