Sekelompok militan menyerang kota Palma, Mozambik sejak Rabu, 24 Maret 2021. (BBC)
Sekelompok militan menyerang kota Palma, Mozambik sejak Rabu, 24 Maret 2021. (BBC)

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Militan di Mozambik

Willy Haryono • 29 Maret 2021 10:38
Palma: Puluhan orang tewas dalam serangan sekelompok militan di kota Palma, wilayah utara Mozambik, berdasarkan keterangan dari juru bicara Kementerian Pertahanan Omar Saranga. Ia mengatakan tujuh orang tewas dibunuh militan saat mereka berusaha melarikan diri dari pengepungan di sebuah hotel.
 
Sementara ratusan orang lainnya yang berlindung di hotel tersebut, baik warga lokal maupun asing, dikabarkan telah berhasil diselamatkan petugas. Jumlah pasti korban tewas serta berapa banyak orang yang masih terperangkap sulit diketahui karena terputusnya jaringan komunikasi.
 
Kota Palma diserang sekelompok militan sejak Rabu kemarin. Selang beberapa waktu, para militan pun menguasai sepenuhnya kota tersebut. Warga yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa bersembunyi dan menanti bantuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Militan Bunuh Sejumlah Orang dan Kuasai Kota di Mozambik
 
Hampir 200 orang berlindung di hotel Amarula Palma selama berlangsungnya serangan. Kabar tersebut disampaikan tiga diplomat dan sebuah organisasi yang juga sedang berlindung di hotel tersebut.
 
Seorang kontraktor mengatakan kepada BBC bahwa dirinya berhasil melarikan diri dari hotel pada Jumat malam. Ia bersembunyi di area pantai pada malam hari, dan berhasil dievakuasi dengan menggunakan pantai pada keesokan paginya.
 
Ia mengatakan sejumlah orang lainnya juga berhasil diselamatkan setelahnya. Beberapa kapal akan kembali datang ke kota Palma untuk menyelamatkan mereka yang masih terperangkap.
 
"Beberapa perusahaan lokal adalah pahlawan dalam operasi penyelamatan (di kota Palma). Mereka berhasil mengevakuasi orang-orang dengan menggunakan kapal," kata kontraktor tersebut, dalam keterangan di situs BBC pada Senin, 29 Maret 2021.
 
"Mana dukungan dari perusahaan-perusahaan besar? Mana bantuan dari negara-negara?" tanyanya.
 
Serangan militan di Palma dimulai sejak Rabu kemarin, beberapa jam usai perusahaan energi Total berencana melanjutkan proyek senilai USD20 miliar di Mozambik. Proyek tersebut sempat terhenti pada Januari lalu karena alasan keamanan.
 
Human Rights Watch (HRW) mengatakan, sejumlah saksi mata mengaku telah melihat "beberapa jasad tergeletak di jasad" dan adanya "sejumlah militan yang melepaskan tembakan secara acak."
 
Sejauh ini belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kota Palma.
 
Namun beberapa serangan terbaru di Mozambik diklaim oleh Islamic State Central Afrika Province (ISCAP), sebuah grup terafiliasi Islamic State (ISIS).
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif