Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebut Hitler ada darah keturunan Yahudi./AFP
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebut Hitler ada darah keturunan Yahudi./AFP

Israel Marah Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Garis Keturunan Yahudi

Internasional ukraina rusia Israel Sergey Lavrov Adolf Hitler Yahudi Naftali Bennett
Marcheilla Ariesta • 03 Mei 2022 13:44
Tel Aviv: Israel kecam pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Pada Minggu kemarin, Lavrov menuturkan, Adolf Hitler memiliki garis keturunan Yahudi.
 
Pernyataan itu disampaikan Lavrov dalam wawancara dengan media Italia. Ia ditanya mengenai mengapa Rusia perlu 'mendenazifikasi' Ukraina.
 
"Ketika mereka mengatakan 'Nazifikasi macam apa ini jika kita adalah orang Yahudi', saya pikir Hitler juga memiliki asal-usul Yahudi, jadi itu tidak berarti apa-apa," kata Lavrov, dilansir dari BBC, Selasa, 3 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah lama kita mendengar orang-orang Yahudi yang bijak mengatakan bahwa anti-Semit terbesar adalah orang-orang Yahudi itu sendiri," tambahnya.
 
Kementerian luar negeri Israel memanggil duta besar Rusia untuk "klarifikasi" dan menuntut permintaan maaf. Nazi Jerman membunuh enam juta orang Yahudi dalam Holocaust dalam Perang Dunia Kedua.
 
Baca juga: Menlu Rusia Bantah akan Deklarasikan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei
 
"Kebohongan seperti itu dimaksudkan untuk menyalahkan orang-orang Yahudi sendiri atas kejahatan paling mengerikan dalam sejarah dan dengan demikian membebaskan para penindas orang-orang Yahudi dari tanggung jawab mereka," kata Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.
 
"Tidak ada perang hari ini yang merupakan Holocaust atau seperti Holocaust," sambungnya.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan, kata-kata Lavrov tidak termaafkan.
 
Lavrov juga dikutuk oleh kepala tugu peringatan Holocaust Yad Vashem Israel, Dani Dayan.
 
"Sebagian besar pernyataannya tidak masuk akal, delusi, berbahaya dan pantas mendapat kecaman," tuturnya.
 
"Lavrov berurusan dengan pembalikan Holocaust. Mengubah para korban menjadi penjahat, berdasarkan promosi klaim yang sama sekali tidak berdasar bahwa Hitler adalah keturunan Yahudi," sambung dia.
 
Dalam videonya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, tidak bisa berkata-kata atas ucapan Lavrov.
 
"Tidak ada yang mendengar penolakan atau pembenaran dari Moskow. Kami hanya mendapatkan keheningan," tuturnya. Keheningan yang dimaksud adalah kepemimpinan Rusia melupakan pelajaran dari Perang Dunia II.
 
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan, komentar Lavrov menunjukkan bentuk rasisme terendah. Ia juga menuding Lavrov melakukan kebohongan berbahaya.
 
"Kremlin secara konsisten membuktikan bahwa tidak ada dasar dalam hal seberapa rendah mereka dapat membungkuk, dan klaim Lavrov adalah contoh terbaru dari itu," seru Price.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif