Beirut: Menteri Kesehatan Lebanon Hassan Hamad mengatakan lebih dari 25 orang tewas dalam ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada Selasa, 4 Agustus 2020, waktu setempat. Lebih dari 2.500 warga terluka.
"Ini adalah bencana dalam setiap arti kata," kata Hamad dalam sebuah wawancara dengan beberapa saluran televisi saat mengunjungi sebuah rumah sakit di ibu kota Lebanon seperti yang dilansir dari Aljazeera, Rabu, 5 Agustus 2020.
Dia menyebut jumlah korban masih bisa terus bertambah. Palang Merah Lebanon menyebut banyak warga terdata.
Baca: Banyak Warga Beirut Terperangkap Pascaledakan di Lebanon
Kepala Palang Merah Lebanon George Kettaneh mengatakan kepada media setempat, belum ada angka pasti jumlah korban akibat ledakan. Efek ledakan yang luas menyebabkan rumah terdampak gelombang kejut ledakan rusak.
Ratusan orang yang terluka dalam telah dibawa ke rumah sakit. Namun, banyak warga yang masih terperangkap di rumah yang rusak akibat ledakan tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan