Prajurit Burkina Faso berpatroli di dekat kamp militer di Ouagadougou, 24 Januari 2022. (OLYMPIA DE MAISMONT / AFP)
Prajurit Burkina Faso berpatroli di dekat kamp militer di Ouagadougou, 24 Januari 2022. (OLYMPIA DE MAISMONT / AFP)

Serangan Ekstremis Tewaskan 22 Orang di Burkina Faso

Willy Haryono • 05 Juli 2022 08:15
Ouagadougou: Serangan sekelompok ekstremis menewaskan setidaknya 22 orang dan melukai sejumlah lainnya di Burkina Faso, "Serangan pengecut dan barbar terjadi pada Minggu malam di Bourasso, provinsi Kossi," ujar Gubernur Boucle du Mouhoun, Babo Pierre Pierre Bassinga.
 
Burkina Faso dilanda masalah ekstremisme terkait al-Qaeda dan Islamic State (ISIS) dalam beberapa tahun terakhir. Aksi kekerasan yang dilakukan para ekstremis di sana telah menewaskan ribuan orang, dan membuat hampir 2 juta lainnya telantar.
 
Sekelompok prajurit telah menggulingkan pemerintahan Burkina Faso pada Januari lalu. Mereka berjanji mengamankan negara, namun aksi kekerasan justru semakin menyebar dan meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari ABC News, Selasa, 5 Juli 2022, lebih dari 530 insiden kekerasan terjadi di Burkina Faso antara Februari dan Mei, lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu, menurut data Armed Conflict Location & Event Data Project.
 
Setidaknya 135 orang tewas dalam 12 serangan ekstremis di Burkina Faso dalam dua pekan pertama bulan Juni, berdasarkan laporan keamanan internasional sejumlah relawan kemanusiaan.
 
Dalam upaya menangani aksi kekerasan, junta Burkina Faso telah mengumumkan pembentukan dua zona militer di wilayah Timur dan Sahel bulan lalu. Zona militer memaksa warga sipil untuk meninggalkan rumah mereka, memicu kekhawatiran akan semakin memburuknya krisis orang telantar di Burkina Faso.
 
Sejumlah analis mengatakan bahwa kawasan Boucle du Mouhoun tempat terjadinya serangan pada hari Minggu kemarin telah menjadi hub bagi para militan.
 
"Serangan terbaru di Burkina Faso adalah kaitan lainnya terkait jaringan teror yang melanda Sahel dalam dua tahun terakhir," tutur Laith Alkhouri, CEO Intelonyx Intelligence Advisory.
 
"Pemerintah de facto (Burkina Faso) harus segera mengambil tindakan dan mencari dukungan keamanan internasional untuk menangani aksi kekerasan," sambungnya.
 
Baca:  50 Orang Tewas dalam Serangan Pemberontak di Burkina Faso
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif