Warga Burkina Faso menyaksikan siaran langsung pelantikan pemimpin junta Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, 16 Februari 2022. (Olympia DE MAISMONT / AFP)
Warga Burkina Faso menyaksikan siaran langsung pelantikan pemimpin junta Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, 16 Februari 2022. (Olympia DE MAISMONT / AFP)

Pemimpin Junta Burkina Faso Dilantik sebagai Presiden

Willy Haryono • 16 Februari 2022 22:26
Ouagadougou: Pemimpin junta Burkina Faso, Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, dilantik sebagai presiden pada Rabu, 16 Februari 2022. Pelantikan dilakukan beberapa pekan usai militer Burkina Faso menggulingkan Roch Marc Christian Kabore dari kursi kepresidenan.
 
Dalam sebuah seremoni di ibu kota Ouagadougou, Damiba mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Dewan Konstitusional Burkina Faso.
 
"Saya bersumpah untuk selalu menjaga, menghormati, menegakkan, dan membela konstitusi," ucap Damiba, dikutip dari laman Anadolu Agency.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memakai seragam militer dengan baret merah dan selempang berwarna bendera nasional Burkina Faso, Damiba dilantik setelah sepekan sebelumnya telah diakui berstatus presiden oleh dewan konstitusi negara Afrika Barat tersebut.
 
Kabore ditahan militer saat kudeta melanda Burkina Faso pada 24 Januari lalu. Selang beberapa waktu setelahnya, ia dibebaskan namun memutuskan mengundurkan diri.
 
Junta Burkina Faso berjanji untuk membentuk ulang konstitusi negara "dalam kurun waktu yang masuk akal" sesuai situasi dan kondisi di lapangan.
 
Baca:  Junta Militer Burkina Faso Berjanji Pulihkan Tatanan Konstitusi Negara
 
Sebelumnya pada bulan ini, junta Burkina Faso membentuk sebuah komisi beranggotakan 15 orang ditugaskan untuk "membuat kerangka konstitusi dan proposal terkait durasi pemerintahan transisi."
 
Berbicara dalam pidato pelantikannya, Damiba mengatakan komisi tersebut sudah mulai menjalankan tugas mereka. "Pekerjaan mereka akan menyuguhkan rute menuju orde konstitusional yang dapat diterima semua kallangan," tutur Damiba.
 
Ia mengatakan bahwa beberapa pekan dan bulan ke depan akan menjadi momen yang menentukan bagi Burkina Faso. Damiba meminta semua masyarakat untuk mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama mendukung upaya rekonsiliasi nasional.
 
"Dunia sedang menyaksikan kita. Di bawah semangat aspirasi rakyat, saya bertekad untuk memimpin dengan memberikan contoh yang baik," ungkapnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif