Sejumlah kru sedang bekerja di atas pesawat pengebom B-52 H buatan Amerika Serikat. (AFP)
Sejumlah kru sedang bekerja di atas pesawat pengebom B-52 H buatan Amerika Serikat. (AFP)

AS Kirim Bomber Nuklir B-52H ke Timur Tengah untuk Cegah Agresi

Internasional amerika serikat timur tengah konflik timur tengah
Willy Haryono • 22 November 2020 20:05
Washington: Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat pengebom B-52H "Stratofortress" yang mampu membawa senjata nuklir ke Timur Tengah. Pengerahan ini disebut AS bertujuan mencegah agresi pihak tertentu serta membantu menjaga keamanan kawasan.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, 21 November, Komando Sentral AS (CENTCOM) mengatakan bahwa "misi jarak jauh ke Timur Tengah mendemonstrasikan kemampuan militer AS dalam mengerahkan kekuatan tempur udara ke mana pun di dunia ini dalam waktu dekat."
 
"Operasi CENTCOM membantu menjaga stabilitas dan keamanan kawasan," sambungnya, dikutip dari laman The National pada Minggu, 22 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


B-52H adalah salah satu pesawat terkuat di jajaran militer AS. Pesawat ini mampu membawa berbagai senjata dengan total berat hingga 32 ribu kilogram -- termasuk misil nuklir -- sejauh 14.080 kilometer tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.
 
AS biasanya mengerahkan pesawat ini untuk memamerkan kekuatan atau sebagai pencegah terjadinya konflik di zona-zona rentan di seluruh dunia.
 
Baca:Fakta B-52 Bomber, Pesawat AS yang Terbang di Korsel
 
"Kemampuan untuk mengerahkan kekuatan dengan cepat dari satu titik ke titik lain adalah kunci untuk mencegah potensi terjadinya agresi," kata Letnan Jenderal Greg Guillot, komandan Angkatan Udara ke-9 AS.
 
"Misi ini membantu kru angkatan udara dalam mengenal lebih jauh situasi di kawasan," lanjutnya.
 
CENTCOM mengatakan bahwa selama ini ini, B-52H akan bekerja sama dengan beberapa pusat operasi udara dan aset lainnya seperti pesawat jet tempur F-15E Strike Eagles, F-16 Fighting Falcons, KC-10 Extenders, dan KC-135 Stratotankers.
 
"Kami berkomitmen menjaga dan melindungi kebebasan bernavigasi dan kebebasan aliran perdagangan di seantero kawasan," sebut Kapten Bill Urban, juru bicara CENTCOM.
 
"AS tidak ingin mencari konflik, namun berkomitmen untuk merespons segala situasi di seluruh dunia," sambungnya.
 
Sebelumnya, AS telah menyiagakan beberapa pesawat pengebom B-52 di pangkalan udara Al Udaid di Qatar.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif