Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati. (Daniel LEAL / POOL / AFP)
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati. (Daniel LEAL / POOL / AFP)

Lebanon Serukan Dialog untuk Tingkatkan Hubungan dengan Negara-Negara Teluk

Internasional Lebanon Ledakan Lebanon
Willy Haryono • 28 Desember 2021 21:06
Beirut: Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menyerukan dialog nasional untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Teluk. Hubungan yang baik dengan banyak negara dinilai krusial dalam mengangkat Lebanon dari jurang krisis politik dan ekonomi.
 
"Merupakan hal penting untuk memiliki pemahaman internal melalui meja dialog untuk memperkuat hubungan Lebanon dengan negara-negara Arab, terutama yang ada di wilayah Teluk," kata Mikati dalam sebuah konferensi pers di Beirut, dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 28 Desember 2021.
 
Ia menggarisbawahi pentingnya bagi Lebanon untuk "tidak mengganggu negara-negara tersebut atau ikut campur dalam urusan domestik mereka."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mikati juga menyerukan kepatuhan terhadap "kebijakan disosiasi untuk menjaga negara kita dan melindungi hubungannya dengan komunitas internasional dan dunia Arab."
 
Sebuah krisis diplomatik terjadi antara Lebanon dan negara-negara Teluk atas pernyataan mantan menteri informasi George Kordahi terkait konflik Yaman. Kordahi mengundurkan diri pada 3 Desember dalam upaya memulihkan hubungan dengan negara-negara Teluk.
 
Sementara itu, Mikati mendeskripsikan penangguhan pertemuan kabinet Lebanon sebagai "cacat struktural dalam kinerja pemerintahan yang tidak boleh diabaikan begitu saja."
 
Pada 13 Oktober, sebuah sesi kabinet Lebanon ditunda untuk jangka waktu yang tidak ditentukan terkait penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut pada 2020. Sejumlah menteri terafiliasi kelompok Hizbullah berusaha menyingkirkan Hakim Tarek Bitar yang berusaha mengungkap seluk-beluk ledakan Beirut 2020.
 
Menurut mereka, Bitar hanya berusaha mempolitisasi investigasi ledakan tersebut. Sejak penangguhan tersebut, kabinet Lebanon belum pernah bertemu lagi hingga saat ini.
 
Sejak akhir 2019, Lebanon dilanda krisis ekonomi parah, dan juga masalah kurangnya pasokan bahan bakar serta obat-obatan.
 
Baca: Presiden Lebanon Minta Aksi Boikot Pemerintah Segera Diakhiri

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif