Seorang petugas bersiaga di gerbang Perlintasan Erez atau Beit Hanoun yang memisahkan Israel dan Jalur Gaza, 23 April 2022. (Mahmud HAMS / AFP)
Seorang petugas bersiaga di gerbang Perlintasan Erez atau Beit Hanoun yang memisahkan Israel dan Jalur Gaza, 23 April 2022. (Mahmud HAMS / AFP)

Militer Israel Disarankan Tidak Membalas Serangan Roket dari Jalur Gaza

Internasional Palestina israel palestina Jalur Gaza Israel Masjid Al-Aqsa
Willy Haryono • 24 April 2022 12:38
Tel Aviv: Militer Israel disarankan tidak membalas serangan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza. Menurut keterangan Korporasi Penyiaran Publik Israel (KAN), saran tersebut disampaikan Komando Selatan Israel yang merupakan bagian dari militer Israel.
 
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 24 April 2022, militer Israel mengatakan bahwa penutupan Perlintasan Erez (Beit Hanoun) merupakan langkah yang lebih efektif dalam merespons peluncuran roket dari Gaza.
 
Lewat penutupan ini, semua pekerja dan pedagang asal Gaza tidak bisa menyeberang ke Israel untuk melakukan mencari nafkah. Penutupan perlintasan penghubung Israel dan Gaza itu dijadwalkan berlangsung hari Minggu ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menyusul terjadinya penembakan roket dari Jalur Gaza, kami menginformasikan kepada kalian semua bahwa mulai hari Minggu, Perlintasan Erez akan ditutup untuk pekerja dan pedagang," ujar koordinator operasi pemerintah Israel di wilayah Palestina, Ghassan Alyan.
 
Sejauh ini diperkirakan ada 12 ribu warga Palestina yang memegang izin kerja di Israel. Banyak dari mereka tinggal di Jalur Gaza.
 
Baca:  Israel akan Tutup Perbatasan Erez dari Jalur Gaza usai Serangan Roket
 
Maret lalu, Pemerintah Israel mengaku akan meningkatkan jumlah izin kerja bagi warga Palestina dari 10 ribu menjadi 20 ribu. Namun hingga kini implementasi langkah tersebut belum diketahui secara pasti.
 
Peluncuran roket dari Gaza merupakan buntut dari penyerbuan pasukan Israel kepada masyarakat Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem dalam beberapa pekan terakhir. Penyerbuan semacam itu berujung bentrok, yang telah melukai ratusan warga Palestina.
 
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku telah menghubungi Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terkait ketegangan di Yerusalem.
 
Guterres meminta Palestina dan Israel untuk bersama-sama mengambil langkah yang dapat menurunkan ketegangan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif