Dilansir dari laman Al Arabiya pada Rabu, 13 Januari 2020, rata-rata vaksinasi covid-19 di UEA telah meningkat menjadi sekitar 10,99 per 100 orang.
Saat ini terdapat lebih dari 170 pusat vaksinasi covid-19 terdaftar di UEA. Semua orang di UEA dapat mendatangi salah satu pusat vaksinasi untuk mendapatkan suntikan vaksin covid-19 buatan Pfizer-BioNTech dan juga Sinopharm.
Kedua vaksin itu tersedia cuma-cuma bagi semua orang yang ada di UEA.
"UEA telah membuat pencapaian luar biasa dalam hal kapasitas tes dan vaksinasi virus korona dibanding negara-negara tetangga di kawasan Teluk. UEA juga menempati urutan kedua di dunia dalam rata-rata pemberian vaksin covid-19," kata Wakil Presiden UEA Syeikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Ia tidak menyebutkan negara mana yang berada di peringkat pertama. Namun pada awal Januari lalu, Israel sudah terlebih dahulu menyuntikkan lebih dari satu juta vaksin covid-19 kepada warganya.
Kala itu, rata-rata vaksinasi covid-19 di Israel berada di angka 11,55 per 100 orang, yang diikuti Bahrain dengan 3,49 dan Inggris 1,47 berdasarkan situs pemantau terafiliasi University of Oxford, Our World in Data.
Baca: Israel Pimpin 'Perlombaan' Vaksinasi Covid-19, AS Tertinggal
Sementara itu menurut data Otoritas Manajemen Bencana dan Krisis Darurat Nasional UEA (NCEMA) hingga Selasa kemarin, UEA mencatat tambahan 3.243 kasus covid-18 dengan enam kematian dan 2.195 pasien sembuh.
Indonesia juga resmi memulai program vaksinasi nasional pada Rabu ini. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin covid-19 buatan Sinovac, perusahaan asal Tiongkok.
Setelah Jokowi, sejumlah individu yang mewakili berbagai elemen masyarakat turut mendapat suntikan vaksin Sinovac di Istana Merdeka Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News