Ilustrasi vaksin. (AFP)
Ilustrasi vaksin. (AFP)

Israel Pimpin 'Perlombaan' Vaksinasi Covid-19, AS Tertinggal

Willy Haryono • 03 Januari 2021 08:20
Tel Aviv: Israel telah memberikan suntikan vaksin virus korona (covid-19) kepada lebih dari satu juta warganya, yang saat ini merupakan rata-rata tertinggi di dunia. Terlewatinya angka satu juta terjadi saat negara-negara global memulai vaksinasi covid-19.
 
Dilansir dari laman BBC pada Minggu, 3 Januari 2021, rata-rata vaksinasi covid-19 di Israel berada di angka 11,55 per 100 orang, yang diikuti Bahrain dengan 3,49 dan Inggris 1,47 berdasarkan situs pemantau terafiliasi University of Oxford, Our World in Data.
 
Our World in Data membandingkan jumlah orang yang menerima dosis pertama vaksin covid-19 di sejumlah negara. Sebagian besar vaksin covid-19 yang mendapat izin penggunaan saat ini melibatkan penggunaan dua dosis, yang diberikan dalam jeda waktu lebih dari sepekan.

Israel telah memulai vaksinasi covid-19 pada 19 Desember, dan menyuntikkan vaksin ke sekitar 150 ribu orang per hari. Prioritas pemberian vaksin adalah warga berusia 60-an tahun, tenaga kesehatan, dan orang-orang yang rentan secara klinis.
 
Tel Aviv telah mengamankan pasokan vaksin Pfizer-BioNTech sejak awal-awal pandemi. Israel menghubungi warganya yang masuk kelompok rentan melalui sistem layanan kesehatan negara. Di bawah hukum Israel, semua warga diwajibkan mendaftar di penyedia layanan kesehatan yang terdaftar.
 
Baca:  Kiriman Pertama Vaksin Covid-19 Pfizer Tiba di Israel
 
Sementara itu, Amerika Serikat tertinggal jauh dari targetnya memvaksinasi 20 juta orang di akhir 2020. AS baru menyuntikkan vaksin covid-19 ke 2,78 juta warga hingga 30 Desember lalu.
 
Jumlah orang yang disuntik vaksin covid-19 di AS lebih besar dari Israel, namun rata-ratanya jauh lebih rendah jika dihitung dari total populasi warga kedua negara.
 
Pakar kesehatan ternama AS, Dr Anthony Fauci, mengomentari rencana Inggris yang berencana memberikan dosis pertama vaksin covid-19 ke sebanyak mungkin orang dengan menunda pemberian dosis kedua. Fauci menegaskan, AS tidak akan mengadopsi strategi yang sama.
 
Di India, pemerintah pusat telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk dua vaksin, yakni buatan Oxford-AstraZeneca dan Covaxin. Dua vaksin lainnya masih menunggu izin penggunaan.
 
India berencana memvaksinasi 300 juta orang hingga pertengahan 2021, dan saat ini sedang menggelar latihan persiapan distribusi vaksin ke seantero negeri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan