Sejumlah kontainer terendam banjir di kota Durban, Afrika Selatan, 12 April 2022. (PHILL MAGAKOE / AFP)
Sejumlah kontainer terendam banjir di kota Durban, Afrika Selatan, 12 April 2022. (PHILL MAGAKOE / AFP)

Korban Tewas Banjir dan Longsor di Afrika Selatan Lampaui 250

Willy Haryono • 13 April 2022 21:03
Durban: Jumlah korban tewas banjir dan longsor di kota Durban dan area sekitarnya di provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, melonjak tajam melampaui 250 orang pada Rabu, 13 April 2022. Otoritas lokal menyerukan pemerintah pusat untuk segera menyerukan status darurat bencana, di tengah guyuran hujan deras yang terus melanda provinsi tersebut.
 
"Ini adalah salah satu badai cuaca terburuk dalam sejarah negara kami," kata sejumlah pejabat lokal KwaZulu-Natal, dikutip dari laman BBC.
 
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah mengunjungi area terdampak bencana dan berjanji akan segera menyalurkan banttuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walau pun hati kalian sedang sakit, kami ada di sini untuk kalian," ujar Ramaphosa kepada para warga terdampak banjir dan longsor.
 
Serangkaian foto dari kota Durban memperlihatkan banyaknya rumah dan kendaraan bermotor yang terendam banjir. Longsor lumpur di beberapa titik di kota tersebut juga menghentikan sepenuhnya arus lalu lintas.
 
Berdasarkan keterangan kantor berita AFP, beberapa ruas jalan di Durban tergenang begitu parah dan yang bisa terlihat hanyalah lampu lalu-lintas. Hingga saat ini, masih banyak warga Durban yang dinyatakan hilang.
 
Baca:  Korban Longsor Afrika Selatan Terus Bertambah, 59 Orang Tewas
 
Ron Naidoo, seorang pastor dari kota Tongaat, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya terjaga sepanjang malam karena huniannya dilanda banjir. Ia mengaku melihat polisi menarik sebuah mobil keluar dari sungai. Terdapat jasad manusia di dalam mobil tersebut.
 
"Peristiwa ini sangat traumatis karena untuk pertama kalinya kami melihat sungai meluap setinggi ini," ucap Naidoo.
 
Pemerintah provinsi KwaZulu-Natal mengestimasi kerugian bernilai fantastis akibat bencana kali ini, dan menyebut hujan deras dalam beberapa hari terakhir telah "memicu kerusakan tak terkira."
 
Sejumlah pembangkit listrik dan fasilitas pengairan tergenang banjir," sebut Wali Kota Durban, Mxolisi Kaunda, kepada BBC.
 
Pelabuhan Durban, pelabuhan tersibuk di Afsel, juga terdampak banjir. Banyak terminal di pelabuan tersebut tidak dapat diakses karena kerusakan berbagai akses jalan. Operasional di pelabuhan Durban untuk sementara dihentikan.
 
Komunikasi di Durban juga terganggu karena dua jaringan utama di Afsel melaporkan adanya lebih dari 900 menara selular yang tumbang.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif