Kehancuran akibat longsor yang melanda Afrika Selatan. Foto: AFP
Kehancuran akibat longsor yang melanda Afrika Selatan. Foto: AFP

Korban Longsor Afrika Selatan Terus Bertambah, 59 Orang Tewas

Marcheilla Ariesta • 13 April 2022 09:19
Durban: Korban tewas akibat longsor di Afrika Selatan terus bertambah. Hingga Selasa, 12 April 2022 malam waktu setempat, tercatat 59 orang tewas.
 
Longsor terjadi setelah badai hujan melanda kota pelabuhan Durban dan wilayah sekitarnya di Provinsi KwaZulu-Natal. Ahli meteorologi negara itu memperkirakan hujan lebat akan terus turun dan 'mengganggu' perjalanan pada Selasa malam.
 
Namun, intensitas hujan akan menurun pada Rabu 13 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak orang kehilangan nyawa mereka dengan Ethekwini (metro Durban) saja melaporkan 45 orang," kata pemerintah provinsi dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia.
 
Bencana tersebut dilaporkan menimbulkan kerugian tak terhitung dan kerusakan parah pada kehidupan, serta infrastruktur negara itu. Hal ini mempengaruhi semua orang, dari berbagai golongan.
 
"Ini adalah korban yang tragis dari kekuatan alam dan situasi ini membutuhkan tanggapan yang efektif dari pemerintah," kata Presiden Cyril Ramaphosa yang akan mengunjungi Durban hari ini.
 
Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat menyatakan, belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai setelah banjir besar melalui Twitter.
 
Hujan deras berhari-hari membanjiri beberapa daerah, menghancurkan rumah-rumah dan merusak infrastruktur di seluruh kota tenggara, sementara tanah longsor memaksa layanan kereta api dihentikan.
 
Hujan telah membanjiri jalan raya kota hingga kedalaman yang hanya menyembul dari atas lampu lalu lintas, menyerupai periskop kapal selam.
 
Angin puting beliung merusak beberapa jembatan, dan menenggelamkan mobil serta rumah-rumah yang roboh. Sebuah tangki bahan bakar mengambang di laut setelah terlempar dari jalan.
 
Beberapa kontainer pengiriman bertumpuk jatuh seperti kartu domino dan berserakan di halaman, sementara beberapa tumpah ke jalan utama di kota, salah satu pintu gerbang regional terbesar di Afrika selatan ke laut.
 
Perusahaan logistik publik Afrika Selatan Transnet menangguhkan pengiriman di terminal Durban seperti halnya perusahaan pelayaran global Maersk karena banjir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif