Angkatan Laut AS menyita muatan di sebuah kapal penangkap ikan di Teluk Oman pada 9 November 2022. (Kevin Frus/US Navy Forces Central Command)
Angkatan Laut AS menyita muatan di sebuah kapal penangkap ikan di Teluk Oman pada 9 November 2022. (Kevin Frus/US Navy Forces Central Command)

AS Cegat Kapal Penangkap Ikan yang Mengangkut Amunisi Menuju Yaman

Willy Haryono • 04 Desember 2022 16:04
Washington: Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) mengaku telah mencegat sebuah kapal penangkap ikan yang menyelundupkan lebih dari 50 ton amunisi, termasuk sekitar 1 juta peluru, ribuan suku cadang roket dan propelan dalam jumlah besar. Pencegatan ini terjadi di Teluk Oman.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, 3 Desember 2022, Armada Kelima Angkatan Laut AS mengatakan bahwa "kargo ilegal" tersebut ditemukan pada tanggal 1 Desember "dalam sebuah operasi verifikasi."
 
Peristiwa tersebut merupakan penyitaan besar kedua yang dilakukan AS dalam sebulan terakhir di sepanjang rute maritim dari Iran menuju Yaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasokan langsung dan tidak langsung ini, penjualan dan transfer senjata untuk (pemberontak) Houthi di Yaman ini, adalah pelanggaran terhadap aturan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216," ujar Angkatan Laut AS, seperti dilansir dari laman Al Jazeera, Minggu, 4 Desember 2022.
 
Pada 8 November, Angkatan Laut AS mencegat sebuah kapal penangkap ikan yang mengangkut lebih dari 70 ton amonium perklorat, zat kimia yang digunakan dalam produksi roket dan bahan bakar rudal.
 
Turut disita juga sejumlah bahan peledak dan 100 ton pupuk urea -- dapat digunakan untuk pertanian dan juga pembuatan bahan peledak.
 
Wakil Laksamana AS Brad Cooper menuduh Iran sebagai pihak di balik penyelundupan senjata terbaru di Teluk Oman.
 
"Peristiwa signifikan ini dengan jelas menunjukkan bahwa Iran terus melanjutkan transfer bantuan mematikan dan melakukan tindakan yang menggoyang stabilitas," ungkapnya.
 
Baca:  PBB: Setengah Juta Anak-Anak di Yaman Terancam Kelaparan
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif