Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: AFP
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: AFP

Putra Mahkota Arab Saudi Tegaskan Israel Bisa Jadi Sekutu Potensial

Fajar Nugraha • 04 Maret 2022 19:09
Riyadh: Israel bisa menjadi 'sekutu potensial', hal ini disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Penguasa de facto Kerajaan Arab Saudi ini bersikeras bahwa konflik dengan Palestina harus diselesaikan sebelum kemungkinan membangun hubungan dengan Israel.
 
Bagi Pangeran Salman dia melihat Israel sebagai "sekutu potensial" dengan kepentingan bersama, bukan musuh. Tetapi dengan catatan harus menyelesaikan konfliknya dengan Palestina terlebih dahulu.
 
"Kami tidak melihat Israel sebagai musuh," kata Putra Mahkota selama wawancara dengan The Atlantic, yang teks lengkapnya diterbitkan oleh kantor berita negara Saudi, SPA, pada Kamis, seperti dikutip Middle East Eye, Jumat 4 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memandang mereka sebagai sekutu potensial, dengan banyak kepentingan yang dapat kami kejar bersama. Tetapi kami harus menyelesaikan beberapa masalah sebelum mencapai itu," tambah sang pangeran.
 
Pernyataan itu menandai pergeseran halus dari garis resmi Arab Saudi, yang telah lama menyatakan bahwa Israel dan Arab Saudi dapat menjalin hubungan setelah menyelesaikan konfliknya dengan Palestina. Namun mungkin bukan persahabatan.
 
Terlepas dari tidak adanya hubungan resmi, Arab Saudi setuju pada  2020 untuk mengizinkan penerbangan Israel-UEA melintasi wilayahnya. Pesawat El Al Israel Airlines milik Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terbang melalui wilayah udara Saudi ketika ia mengunjungi Abu Dhabi pada Desember.
 
Berbicara tentang kesepakatan normalisasi dengan Israel yang ditandatangani oleh negara-negara Teluk seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2020, bin Salman mengatakan, setiap negara memiliki hak untuk melakukan apa yang dianggap bermanfaat.
 
"Setiap negara memiliki kemerdekaan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, berdasarkan pandangan mereka, dan mereka memiliki hak penuh untuk melakukan apa pun yang menurut mereka berguna bagi UEA," kata sosok yang biasa disebut MBS ini, mengomentari kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett baru-baru ini ke Abu dhabi.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif