Warga kota Palma mengungsi di sebuah stadion di kota Pemba, Mozambik pada 2 April 2021. (Alfredo Zuniga / AFP)
Warga kota Palma mengungsi di sebuah stadion di kota Pemba, Mozambik pada 2 April 2021. (Alfredo Zuniga / AFP)

Metro Siang

Menatap Kemelut Mozambik, Krisis Pangan dan Kekerasan Pemberontak Ekstremis

MetroTV • 08 Juli 2021 14:44
Jakarta: Krisis kemanusiaan menerpa kawasan di Cabo Delgado, Mozambik Utara, Afrika Timur. Tak hanya krisis pangan, kekerasan pemberontak ekstremis pun tak henti bergulir di negara kaya akan minyak dan gas bumi ini.
 
Ratusan ribu orang disebut terancam mengalami krisis kelaparan dan malnutrisi, khususnya bagi anak-anak dan wanita hamil. Konflik ini berimbas pada 730 warga, sebagian warga berjuang melarikan diri dari kecaman pemberontak.
 
Perwakilan World Food Programme (WFP) dan Direktur Negara Mozambik, Antonella D'Aprile, menyatakan bantuan pangan terancam tidak cukup. Ia menambahkan WFP butuh US$121 juta guna membantu warga terdampak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari African News, Viaze Nassir, 41, seorang wanita yang berhasil melarikan diri dan menetap di Kamp Metuge, Mozambik, menceritakan getirnya berada di tengah pemberontakan.
 
"Mereka mulai menembak dan menyerang desa. Saat itu, bayi ini sedang tidur di dalam rumah. Saya menggendongnya, mereka berteriak, 'Hei berhenti, kami akan membunuhmu!'” kenangnya, dikutip Selasa, 6 Juli 2021.
 
Sejak Agustus 2020, para pemberontak tak henti menguasai Pelabuhan Mocimboa da Praia, Mozambik. Mereka memaksa penangguhan proyek gas alam cair senilai US$20 miliar.
 
Baca: Kota Palma di Mozambik Sepenuhnya Terbebas dari Pemberontak
 
Para pemberontak menghancurkan keluarga, membakar rumah, dan membunuh warga. Mereka pun disebut memerkosa wanita setempat. 
 
Tragisnya, carut marut pandemi covid-19 pun menghantui krisis berkepanjangan negara yang semula memiliki pariwisata, perikanan, dan ekonomi baik ini. World Health Organization (WHO) pun mencatat, kini sebanyak 80.888 warga Mozambik terkonfirmasi positif covid-19 per Rabu, 7 Juli 2021.
 
Hingga kini, Direktur Eksekutif WFP, David Beasley menegaskan Program Pangan Dunia diharapkan dapat menjadi solusi preventif guna membantu ratusan ribu warga terdampak krisis kemanusiaan di Cabo Delgado, Mozambik Utara. (Nadia Ayu/Africanews.com)

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif