Warga kota Palma mengungsi di sebuah stadion di kota Pemba, Mozambik pada 2 April 2021. (Alfredo Zuniga / AFP)
Warga kota Palma mengungsi di sebuah stadion di kota Pemba, Mozambik pada 2 April 2021. (Alfredo Zuniga / AFP)

Kota Palma di Mozambik Sepenuhnya Terbebas dari Pemberontak

Willy Haryono • 06 April 2021 14:37
Maputo: Pemerintah Mozambik menegaskan bahwa kota Palma yang sebelumnya dikuasai pemberontak terafiliasi Islamic State (ISIS) sudah sepenuhnya terbebas. Ribuan warga sipil yang sempat melarikan diri pun berlahan-lahan mulai kembali ke kota pinggir pantai tersebut.
 
"Warga sudah mulai kembali. Tapi mereka kesulitan mendapat makan karena para teroris menjarah hampir semua barang berharga," kata Agostinho Muthisse, seorang komandan militer Mozambik, kepada sekelompok awak media, dilansir dari laman Voice of America pada Selasa, 6 April 2021.
 
Pemberontak bersenjatakan peluncur roket, senapan mesin, dan golok menyerbu kota Palma pada 24 Maret lalu. Serangan terjadi saat perusahaan energi Total asal Prancis hendak melanjutkan proyek gas alam di kota tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumat pekan kemarin, Total memutuskan menarik semua personelnya dari kota Palma atas alasan keamanan.
 
Serangan pemberontak terafiliasi ISIS telah membuat lebih dari 9.100 orang melarikan diri dari kota Palma dan area sekitarnya di provinsi Cabo Delgado. Bahkan sebelum serangan itu pun sekitar 670 ribu warga Cabo Delgado tidak memiliki tempat tinggal sebagai dampak dari pemberontakan di tahun 2017.
 
Baca:  AS Kecam Serangan Teroris di Kota Palma Mozambik
 
Puluhan warga sipil tewas dalam serangan pemberontak di kota Palma bulan lalu. "Sejumlah teroris juga tewas ditembak dalam operasi," kata Komandan Chongo Vidigal kepada saluran televisi TVM pada Minggu kemarin.
 
Dari puluhan korban tewas, beberapa di antaranya adalah warga asing asal Inggris dan Afrika Selatan.
 
Vidigal, yang memimpin operasi militer di Palma, mengatakan bahwa pemerintah Mozambik akan merilis data resmi korban tewas dan luka dalam waktu dekat.
 
"Palma sudah 100 persen di bawah kendali otoritas Mozambik," tegas Gubernur Cabo Delgado, Valygi Tualibo, kepada awak media.
 
Namun sejumlah pakar skeptis dengan klaim pemerintah. Detail mengenai situasi di Palma masih sulit diverifikasi karena terbatasnya jaringan komunikasi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif