“Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut … serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak,” kata juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, dilansir Antara, Kamis, 2 April 2026.
Zolfaghari menambahkan serangan juga dilancarkan ke lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain. Serangan tersebut mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak, sebagian besar tewas atau terluka.
| Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Uni Eropa Minta Warga Hemat Energi dengan Cara Ini |
Target strategis Iran, dari bandara hingga sistem pertahanan
Pasukan Iran, lanjutnya, juga menyerang kelompok helikopter Angkatan Darat AS di pangkalan Al-Adiri di Kuwait, dengan satu helikopter dilaporkan hancur dan beberapa lainnya mengalami kerusakan serius. Dua sistem radar peringatan dini milik AS yang berada di wilayah maritim dan di pulau-pulau milik UEA juga dihancurkan.“Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS yang ditempatkan di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang dan menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi dan mencegat rudal dan drone,” ucapnya.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News