Polisi Prancis melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi pembunuhan di Nice. Foto: The Daily Star
Polisi Prancis melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi pembunuhan di Nice. Foto: The Daily Star

Populer Internasional: Turki dan Vatikan Kutuk Serangan Nice Hingga Pelaku Bertindak Sendiri

Internasional prancis Kartun Nabi Muhammad Pembunuhan di Nice
Fajar Nugraha • 30 Oktober 2020 08:08
Ankara: Aksi teror menghiasi pemberitaan di Prancis. Kali ini pembunuhan yang terjadi di Nice seperti mengulang kembali peristiwa di Paris, beberapa waktu lalu.
 
Dunia pun memberikan kecaman atas kejadian. Turki menjadi salah satu negara yang mengutuk serangan tersebut.
 
Vatikan juga memberikan pernyataan mengecam serangan yang menewaskan tiga orang ini. Paus Fransiskus menegaskan terorisme tidak dapat diterima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara polisi Prancis menyakini bahwa pelaku serangan bertindak sendiri dalam serangan.
 
Berita-berita tersebut menjadi yang teratas dalam Internasional Medcom. Berikut ringkasan berita-berita itu:

1. Turki Kutuk Pemenggalan Terbaru yang Terjadi di Prancis

Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataanmengutuk serangan kekerasan yang telah terjadi di Nice, Prancis. Serangan pada Kamis 29 Oktober 2020 itu, menewaskan tiga orang.
 
"Tidak ada alasan untuk mengambil nyawa seseorang yang akan melegitimasi kekerasan. Jelas bahwa mereka yang melakukan tindakan kekerasan di tempat suci tidak menghormati nilai kemanusiaan, agama, atau moral," pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip Daily Sabah, Kamis.
 
Dilanjutkan dengan menyoroti bahwa sebagai negara yang memerangi berbagai jenis terorisme secara bersamaan, Turki bersolidaritas dengan penduduk Nice dan rakyat Prancis pada umumnya dalam perjuangannya melawan terorisme.
 
Bagaimana pernyataan lengkap dari Turki? Selanjutnya di sini.
 

2. Vatikan Kutuk Serangan di Nice, Tegaskan Terorisme Tak Bisa Diterima

Takhta Suci Vatikan pada Kamis mengutuk serangan di sebuah gereja di Nice, Prancis. Mereka menegaskan bahwa terorisme dan kekerasan tidak pernah dapat diterima.
 
"Serangan hari ini menabur kematian di tempat penuh cinta dan penghiburan, rumah Tuhan," kata Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip the Hindustan Times.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif